Daud setidaknya sudah dua pekan tinggal di Perth, Australia, untuk menyiapkan diri menghadapi pertarungan tersebut. Sudah ada enam kali latih tarung yang dia lakukan selama tinggal di Perth. Kini, diakuinya, dia tinggal berlatih ringan, menjaga kondisi, dan rileks sampai hari pertandingan.
Sementara itu, Brizuela baru tiba hari Senin kemarin (1/7). Dia membutuhkan waktu 32 jam dari kota tempatnya tinggal di Argentina untuk bisa sampai di Perth. Perjalanan jauh itu diakui staf pelatih Brizuela melelahkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kelebihannya jelas, dia petinju yang terbiasa bertarung di kelas ini. Sementara saya baru ini bertarung," kata Daud ketika ditemui detikSport dan beberapa jurnalis lainnya di Perth.
"Reputasi dia sendiri, dia juara Amerika Latin IBF dan WBO. Jadi, saya reputasinya cukup baik dan saya harus waspada."
"Ini momen yang sangat penting untuk saya. Di atas ring nanti saya harus hati-hati, tapi juga harus bermain lebih agresif."
"Saya justru sangat nyaman bisa bertarung di berat ini. Memang kondisi tubuh yang sudah tidak memungkinkan untuk bertarung di kelas yang sebelumnya."
"Saya juga umur bertambah, jadi sangat nyaman bertarung di kelas ini," jelasnya.
Brizuela, dikatakan Daud, juga punya gaya tarung yang tidak biasa jika dibandingkan dengan petinju-petinju Amerika Latin lainnya. Jika petinju-petinju Amerika Latin kerap bertarung tanpa kenal bertahan, maka tidak demikian halnya dengan Brizuela.
"Umumnya Argentina, karena mereka Amerika Latin, mereka menganut tipe yang tidak terlalu berbeda. Tapi, untuk lawan kali ini, cukup berbeda style-nya dengan kebanyakan petinju-petinju Amerika Latin. Dan itu normal saja."
"Kalau Argentina dan Amerika Latin lainnya, mereka menganut gaya fighter. Round to round mereka datang menyerang tanpa peduli mulai dari pertahanan, sampai daya tahan mereka, biasanya mereka tidak peduli soal itu."
"Tapi, untuk petinju yang ini biasanya dia lebih bertahan, meng-counter, dia menunggu, dia tidak frontal. Itu yang kita lihat dari rekaman-rekamannya," kata Daud.
Brizuela, 27 tahun, punya catatan bagus. Dalam informasi yang dilansir oleh Boxrec, dia punya catatan 25 kali menang (8 KO), satu kali kalah, dan imbang dua kali.
(roz/mfi)











































