Memang tidak semua warga kota memakai jaket tebal. Beberapa bahkan berlari pagi atau berlari sore hanya dengan mengenakan celana pendek dan kaos oblong ketika suhu udara menyentuh kisaran 7-8 derajat celcius.
"Halo, selamat pagi. Dingin sekali, ya," kata pemilik Harry's Gym Craig Christian, yang orang asli Australia itu. Pagi itu Perth sedikit berkabut. Pertengahan tahun memang waktunya daratan Australia dikunjungi oleh musim dingin. Mereka baru akan berjumpa dengan musim panas pada akhir dan awal tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harry's Gym sendiri terletak sedikit di luar pusat kota, di daerah suburban Balcatta. Sasananya tidak terlalu luas dan teretak di dalam sebuah garasi besar, yang jika Anda lihat bakal mengingatkan Anda pada paddock milik tim-tim MotoGP atau Formula 1.

Di Harry's Gym yang dimiliki Craig itulah -- Craig juga pelatih/manajer Chris John -- Daud Yordan berlatih selama dua pekan ini. Setelah bulan April silam tersungkur di dalam ring yang dibangun di Tennis Indoor, Senayan, Daud kini sudah bangkit lagi. Tak hanya pindah kelas, dia juga langsung bertarung memperebutkan gelar juara dunia kelas ringan versi IBO.
Setelah dua pekan terakhir melakukan latih tanding, Daud kini hanya tinggal menjaga kondisi. Kalaupun latihan hanya sekadar berlatih ringan. Biasanya dia berlatih pada pukul 11 malam, demi menyesuaikan diri dengan waktu tandingnya nanti.
"Main-mainlah, nonton latihan. Kita mulai jam 11 malam. Datang aja jam sembilan-an," ujarnya kepada detikSport.
Selama dua pekan tinggal di Perth, Daud mengaku enjoy. Udara dingin yang menyinggapi kota di pesisir barat Australia ini justru membuatnya lebih rileks.
"Kalau dingin gini lebih fresh," katanya singkat.
"Dari yang udaranya panas ke dingin biasanya lebih enak. Coba kamu bayangkan, habis ini balik ke Jakarta. Tidak bakal mungkin pakai jaket tebal begitu."
Satu hari sebelum timbang badan, Kamis (4/7/2013), Daud bahkan menyempatkan diri untuk sejenak mengunjungi titik-titik menarik di kota Perth. Ikut bersamanya adalah calon lawannya, Daniel Brizuela. Keduanya kemudian berpose dengan ditengahi sabuk juara dan berlatar belakang kota Perth dengan langit biru cerah.
Daud sempat tersenyum sembari mengepalkan tangan. Brizuela juga begitu. Senyum keduanya adalah senyum sebelum saling baku hantam di atas ring, Sabtu (6/7) besok.
"Saya cuma berharap dia datang ke sini untuk bertarung. Tidak lari-lari di atas ring," ucap Daud.
Selamat berjuang, Daud.
(roz/a2s)











































