Brizuela adalah calon lawan Daud Yordan, yang akan memperebutkan titel juara dunia kelas ringan versi IBO. Dia tiba di Perth pada hari Senin (1/7/2013) lalu dengan ditemani oleh pelatihnya, Omar Corro, serta seorang trainer dan seorang penerjemah.
Tidak banyak kata yang keluar dari mulutnya. Kalaupun ada, itu pun dengan bahasa Spanyol. Brizuela hanya tampak ngobrol dengan orang-orang terdekatnya itu. Sementara kepada para jurnalis, penerjemahnya-lah yang lebih banyak berbicara.
Jika Daud tinggal tidak jauh dari Harry's Gym, tempat dia berlatih, yang terletak di pinggiran kota, maka Brizuela justru menetap di sebuah apartemen di dekat pusat kota. Di apartemen yang sama, para jurnalis, petugas dari IBO, dan petinju lain seperti Jason Cooper juga menginap.
Hanya berjalan lima menit dari apartemen di Mount Street tersebut, maka Anda sudah bisa tiba di Murray Street, sebuah kawasan perbelanjaan yang begitu hidup di kala malam. Di kanan-kirinya penuh bar dan juga restoran penjual makanan. Ketika Jumat malam tiba, bar-bar itu akan penuh dengan tegukan bir dan tawa lepas orang-orang.
Tak jauh dari Mount Street juga, hanya sekitar 10 menit berjalan kaki, Anda juga bisa menikmati King's Park, sebuah taman botani yang mirip-mirip dengan Kebun Raya Bogor. King's Park terletak di dataran yang lebih tinggi, sehingga pada sore menjelang malam hari Anda bisa menyaksikan pemandangan kota Perth dengan lampu-lampunya di atas sana.
Brizuela sendiri mengaku tidak masalah dengan situasi dan kondisi cuaca yang dihadapinya di Perth. "Di sini dingin, tidak jauh berbeda dengan di Argentina sana," kata petinju yang berasal dari Mendoza itu.
Tempat Brizuela tinggal sungguh unik. Dia mengaku kota tempatnya tinggal dekat dengan Pegunungan Andes dan tidak jauh dari perbatasan Bolivia. Bahkan, tempatnya tinggal itu lebih dekat ke Bolivia ketimbang ibu kota Argentina sendiri, Buenos Aires.
Dengan tempat tinggal yang begitu jauh itu, Brizuela menempuh perjalanan panjang untuk bisa sampai ke Australia.
"Penerbangannya saja atau digabung bersama dengan transit-nya? Kalau penerbangannya saja 32 jam, tapi dengan transit maka jadi 48 jam," ujar Brizuela lewat penerjemahnya.
Pesawat mereka harus transit terlebih dahulu di Qatar sebelum akhirnya terbang langsung ke Perth. Sudah jauh-jauh begitu, sang penerjemah bahkan sempat berseloroh dengan mengatakan bahwa mereka tidak akan melewatkan kesempatan untuk melihat Kanguru asli di Australia.
Tapi, Brizuela mengatakan bahwa dia juga punya mimpi untuk membawa pulang sabuk juara setelah perjalanan yang jauh itu. Daud menyebutnya sebagai petinju yang sudah berpengalaman di kelas ringan. Hanya saja, dia berbeda dengan kebanyakan petinju Amerika Latin kebanyakan. Daud menyebutnya kerap berputar-putar di ring tinju hanya untuk melakukan serangan balik.
Kebiasaan Brizuela itulah yang kemudian membuat pemilik Harry's Gym, Craig Christian, bertanya dengan setengah melempar psy war: "Kamu ke sini mau bertanding atau berlari-lari seperti chicken (ayam; pengecut, red)?"
Ledekan Craig itu kemudian dibalas dengan psy war lainnya oleh Brizuela. "Mungkin saya yang akan membuat Yordan tertidur seperti chicken (ayam, red). Mungkin juga saya akan memukulnya dengan kecepatan seperti (Lionel) Messi dan (Diego) Maradona."
Berbicara soal Maradona, Brizuela adalah penggemar beratnya. Dia datang ke acara timbang badan kemarin, Jumat (5/7), dengan mengenakan kostum tim nasional Argentina. "Saya mengenakannya karena saya berasal dari Argentina," ucapnya.
Ketika ditanya siapa pemain favoritnya, nama Maradona-lah yang terucap. "Diego Maradona. Saya juga penggemar Boca."
Ucapan yang terakhir itu ditanggapi pelatihnya, Corro, dengan ucapan, "Ee.. River.. River.." Corro mengucapkannya seraya membuat gestur garis selempang di dadanya --menandakan kostum River Plate yang bergaris diagonal merah di bagian depannya. Boca dan River sendiri adalah rival abadi.
Pada sesi timbang badan itulah Brizuela mengungkapkan bahwa sehari sebelumnya dia sempat sakit perut karena makanan. "Saya sempat sakit perut kemarin. Gara-gara makanan. Tapi, sekarang sudah tidak apa-apa."
Kondisi Brizuela membaik dan dia kemudian melakukan sesi timbang badan tanpa masalah. Seperti halnya Daud Yordan, dia juga tidak kelebihan berat badan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mimpi saya adalah menjadi juara dunia dan membawa sabuknya pulang ke Argentina."
(roz/krs)











































