Bromo Marathon, Dedikasi Para Pendidik untuk Masyarakat Sekitar Bromo

Bromo Marathon, Dedikasi Para Pendidik untuk Masyarakat Sekitar Bromo

- Sport
Rabu, 10 Jul 2013 10:21 WIB
Bromo Marathon, Dedikasi Para Pendidik untuk Masyarakat Sekitar Bromo
Pasuruan - Bromo Marathon tak cuma soal olahraga dan wisata. Mengambil tempat di kawasan Gunung Bromo, lomba ini juga diselenggarakan untuk ikut meningkatkan taraf pendidikan di kawasan tersebut.

Bromo Marathon akan dilaksanakan pada 1 September mendatang dan memperlombakan tiga kelas: maraton, half marathon, dan 10 K. Sejauh ini peserta yang telah mendaftar tak cuma lokal, tapi juga luar negeri.

Penyelenggara event ini bukan bukan pemerintah, asosiasi resmi yang menaungi keolahragaan, atau klub pecinta olahraga lari. Adalah sebuah kelompok pendidik yang peduli terhadap peningkatan kualitas pendidikan Bromo yang memprakarsai lomba ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Komunitas pendidik. Kami sama-sama pendidik dan tujuan kami ingin membantu anak-anak. Sebenarnya komunitas yang kami maksud adalah kami ini bagian dari komunitas di sini, masyarakat di sini," jawab Project Manager Bromo Marathon, Dedik Kurniawan, saat dihubungi detiksport via telepon.

"Kami sama-sama guru. Kami melihat kondisi pendidikan di sini sudah lumayan bagus tetapi fasilitas penunjangnya kurang, seperti perpustakaan. Buku-buku ada, tapi sumbangan lama dan itu bikin anak-anak malas baca."

Kelompok ini memang mengabdikan diri menjadi pengajar untuk anak-anak dan masyarakat setempat. Dedik sendiri adalah seorang seniman. Ia pemusik yang pernah menghabiskan waktu melakukan tur dan mengajar di sejumlah sekolah musik di ibukota, Jakarta.

Kini ia menghabiskan waktunya mengajar seni pada anak-anak di Bromo, demi meningkatkan kualitas hidup di sana, bersama kelompok pendidiknya.

Tahun ini, misi kelompok ini adalah mendatangkan buku-buku baru di perpustakaan-perpustakaan di sejumlah sekolah di sana. Sempat meminta bantuan otoritas resmi untuk mewujudkannya, namun mereka memutuskan untuk mengandalkan diri sendiri.

"Awalnya cuma karena kita sendiri hobi lari. Sebelumnya kita sudah coba kirim proposal ke pemerintah tapi responsnya lama. Kita sudah pernah minta bantuan ke Disbudpar Pasuruan dan juga KONI, tapi belum ada tanggapan. Akhirnya kita putuskan kita harus bergerak sendiri dan diputuskan kami bikin marathon ini untuk mengumpulkan dana," ujarnya.

Untuk mengikuti Bromo Marathon calon peserta bisa langsung mendaftar di situs resmi event ini di bromomarathon.com. Informasi lain ada di akun twitter @BromoMarathon .

Selain mengikuti lomba, dibuka pula kesempatan untuk yang ingin memberikan donasi maupun relawan (volunteer). Dedik mengatakan, 100 persen hasil event ini akan disumbangkan ke seluruh sekolah di wilayah kecamaan Tosari, Pasuruan, dalam bentuk buku-buku pesrpustakaan, serta pemberdayaan sekolah-sekolah untuk mengelola perpustakaannya dengan sistem komputer.




(din/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads