Menpora:
Pemuda dan Olahraga Fifty-fifty
Senin, 25 Okt 2004 13:16 WIB
Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Adhyaksa Dault berjanji takkan memperhatikan dunia kepemudaan lebih besar daripada olahraga sebagaimana yang diwanti-wanti oleh banyak pihak.Hal tersebut dikatakan Adhyaksa usai melakukan pertemuan tertutup dengan Ketua Umum KONI Pusat Agum Gumelar di Gedung KONI di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2004).Ketika ditunjuk Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono sebagai menpora, di kalangan olahraga tanah air muncul sedikit khawatir Adhyaksa akan lebih mengutamakan dunia kepemudaan. Hal ini dikarenakan ia adalah mantan ketua umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).Menanggapi hal tersebut Adhyaksa mengatakan dirinya akan berusaha menyeimbangkan kedua bidang yang kini menjadi tugasnya itu. "Proporsi untuk pemuda dan olahraga adalah fifty-fifty," ujarnya kepada wartawan. Mengenai hasil pembicaraannya dengan Agum, Adhyaksa menuturkan dirinya makin sadar bahwa olahraga bisa mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Itu sebabnya ia ingin sekali membuat dunia olahraga nasional kembali dapat mencapai prestasi tinggi.Sebagai menteri yang jabatan tersebut sempat ditiadakan dalam lima tahun terakhir, ayah dua anak ini tidak lupa menegaskan keinginannya membawa olahraga ke arah industri. Malam ini ia berencana bertemu dengan orang-orang profesional di dalam dunia olahraga di tanah air.Soal kesejahteraan atlet yang selama ini hanya jadi wacana, pria berkumis kelahiran Donggala, 7 Juni 1963 itu siap memperjuangkan aspirasi yang muncul. "Bagaimana atlet bisa berprestasi dengan baik jika jaminan buat dia di hari tua tidak ada," tandasnya.Dalam rencana kerjanya Adhyaksa juga akan membuat program 100 hari pola rekrutmen atlet yang baik, menyiapkan hubungan yang baik di antara KONI dan Menpora, serta meminta DPR segera mengesahkan undang-undang olahraga sehingga ada jaminan fasilitas buat menunjang prestasi atlet. Saat ditanya apakah sudah menyiapkan struktur organisasi keolahragaan yang akan dibawahinya, Menpora mengaku akan mendahulukan organisasi kepemudaan karena ia lebih hafal dengan dunia ini dan sudah mengantongi nama-nama yang akan dilibatkannya.Untuk organisasi olahraga, penggemar sepakbola, bulutangkis dan bola basket itu akan meminta masukan dari Agum dan dirjen olahraga mengenai siapa-siapa yang pantas dimasukkan ke dalam jajarannya.Dari nama-nama yang sedang digodok Adhyaksa mengakui salah satu yang sudah bersedia adalah mantan pebulutangkis nasional Icuk Sugiarto. Yang jelas, katanya, jumlah karyawan kementerian yang dipimpinnya takkan lebih dari 100 orang. Baca doa dan mobil mewahSementara itu Adhyaksa juga mengklaim dirinya tidak asing dengan KONI. Ia lalu bercerita, ketika badan ini dipimpin Wismoyo Arismunandar, dirinya pernah dilibatkan dalam beberapa kesempatan acara. "Waktu itu saya sebagai pembaca doa," katanya.Soal tempat kerja, pria lulusan Fakultas Hukum Trisaksi Jakarta yang sedang menyelesaikan program doktornya di Fakultas Kalautan di IPB Bogor itu akan tetap menggunakan gedung yang lama, setelah segala sesuatunya siap. Untuk sementara ia masih bekerja di gedung kantor pengacara Dault Association.Pakai mobil Volvo juga, Pak Menteri? "Saya tidak mau yang mewah. Tapi kalau boleh memilih saya ingin Kijang Innova," jawabnya. (a2s/)











































