Alasannya, sarana dan prasarana di Palembang dinilai sudah baik dan cukup siap untuk dipergunakan selama event yang akan berlangsung 22 Sepetmber sampai 1 Oktober mendatang tersebut.
"Kita bisa lihat, tidak ada sarana baru yang perlu dibangun. Artinya kalau sekadar perbaikan itu bisa dipecah-pecah, tidak harus dengan tender. Nilainya juga bisa diatur, agar modul-modulnya jelas, sehingga tidak perlu ada tender," kata Roy Suryo di Wisma Menpora, Senayan, Jakarta, Senin (12/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memang, sambung Roy, untuk kesuksesan penyelenggaraan perhelatan pesta olahraga negara-negara Islam ini, mungkin saja panitia melakukan banyak penunjukan langsung untuk pengadaan barang. Tapi kembali lagi, tetap perhatikan waktunya.
"Betul ada, saya juga mendengar. Tapi kalau harus tender, perhatikan waktunya. Kita tahu ISG itu akan dimulai 22 September, jadi kita harapkan bisa di-split," ujar dia.
Pihaknya juga mengakui tetap melakukan pemantauan terus menerus terkait persiapan ISG.
"Kami terus mengawal persiapan di sana (Palembang). Tim dari ISFF (Islamic Solidarity Sport Federation) juga menaruh dua tehnical delegate untuk mengawasi persiapan di Palembang, secara instens. Ya diharapkan semuanya bisa lancar," imbuhnya.
(mcy/a2s)











































