Menpora: Ini Konspirasi untuk Menjatuhkan Saya

Menpora: Ini Konspirasi untuk Menjatuhkan Saya

- Sport
Jumat, 29 Okt 2004 15:20 WIB
Jakarta - Rencana panitia sebuah diskusi olahraga untuk menggugat Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dinilai oleh yang bersangkutan sebagai konspirasi untuk menjatuhkan dirinya.Adhyaksa membantah keras dirinya ketiduran sehingga terlambat datang pada diskusi yang digagas wartawan koorinatoriat KONI di Gedung Piramid, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2004). Akibat kejadian itu panitia terpaksa membatalkan acara tersebut dan belakangan berniat mengajukan Menpora ke pengadilan dengan gugatan melakukan wanprestasi dan kebohongan publik.Pasalnya, ketika panitia mengontak rumah Adhyaksa, seorang ajudannya yang bernama Fery mengatakan Menpora sedang tidur dan tidak berani membangunkannya. "Sampai pukul setengah dua siang saya masih di Direktorat Jenderal Olahraga bertemu dengan para dekan fakultas olahraga. Setelah itu Pak Toho Cholik Mutohir (Dirjen Olahraga Depdiknas) berangkat duluan ke KONI, saya melayat saudara saya yang meninggal," terang Adhyaksa via telepon kepada detikcom, Jumat (29/10/2004)."Saya tidak tahu ajudan mana yang dimaksud panitia. Mungkin itu satpam saya yang tidak tahu saya sedang ada di mana."Adhyaksa menambahkan, atas keterlambatannya ia sudah meminta maaf dan memberikan penjelasan kepada beberapa pihak yang sudah datang ke acara disuksi tersebut, termasuk sesepuh olahraga MF. Siregar, ECW Neloe (Dirut Bank Mandiri yang juga ketua umum IKASI), beberapa ketua PB, serta SIWO Jaya."Saya sudah mengontak Pak Neloe. Dia bilang, tidak benar ia mengatakan tidak mau lagi menemui saya, seperti dikutip beberapa koran. Dia cuma bilang kecewa," tandas bapak dua anak yang juga ketua Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) itu.Menanggapi rencana gugatan panitia, Adhyaksa mengaku siap. Malah dirinya siap menuntut balik dengan dalih nama baiknya telah dicemarkan. Ia mengaku mendapat dukungan dari banyak pihak termasuk berbagai organisasi kepemudaan yang tidak rela menterinya dilecehkan."Saya melihat ini hanya upaya dua orang yang ingin menjatuhkan saya. Ini konspirasi buat mencemarkan nama baik saya. Apalagi kabar ini sampai ke sebuah koran di Malaysia," cetus Menpora yang juga bersumpah atas nama Allah tidak pernah bertemu dan bicara empat mata dengan ketua panitia Mala Derita."Saya ini kerja Lillahi ta'ala buat bangsa dan negara dan untuk memajukan olahraga nasional. Cobalah panitia berbesar hati. Jangan masalah ini dipolitisir, jangan karakter saya dihancurkan. Saya sudah minta maaf di depan umum, mesti apa lagi?""Saya menganggap masalah ini sudah selesai. Tapi kalau mereka jadi mengajukan saya ke pengadilan, saya siap meladeni. Saya tidak takut," tegas Adhyaksa dengan nada tinggi. (a2s/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads