Yordania Merasa Sedang Diperas FIFA

Yordania Merasa Sedang Diperas FIFA

Randy Prasatya - Sepakbola
Rabu, 05 Agu 2026 21:15 WIB
Soccer Football - FIFA World Cup 2026 - Group E - Ecuador v Germany - New York/New Jersey Stadium, East Rutherford, New Jersey, U.S. - June 25, 2026 General view as workers carry the FIFA logo on the pitch before the match REUTERS/John Sibley
Foto: REUTERS/John Sibley
Jakarta -

Mantan Wakil Presiden FIFA sekaligus Presiden Asosiasi Sepakbola Yordania (JFA), Pangeran Ali bin Al Hussein, melontarkan kritik keras terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Pangeran Ali menuduh adanya praktik "blackmail" atau pemerasan terkait dukungan terhadap pencalonan kembali Infantino sebagai Presiden FIFA.

Pangeran Ali mengklaim FIFA sempat menolak membantu sejumlah persoalan yang dihadapi JFA, mulai dari kesulitan visa bagi suporter Yordania saat Piala Dunia 2026, beban pajak yang ditanggung tim selama berada di Amerika Serikat, hingga hadiah uang dari Piala Arab FIFA 2025 yang disebut belum dibayarkan.

Menurutnya, selama berlangsungnya Piala Dunia 2026, ia menerima komunikasi lisan yang menyatakan bahwa dukungan terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino akan membantu penyelesaian berbagai persoalan tersebut. Pangeran Ali menilai hal itu merupakan tindakan yang tidak etis dan menyebutnya sebagai bentuk pemerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami di Yordania menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak mendukung dia sebelumnya dan tentu tidak akan melakukannya sekarang. Situasi ini merupakan bentuk pemerasan, dan kami menolak untuk tunduk," tulis Pangeran Ali dalam pernyataannya, yang dikutip dari ESPN.

ADVERTISEMENT

"Uang yang seharusnya diterima tim kami karena telah mencapai final belum juga diberikan. Jelas sekali bahwa masalah sebenarnya terletak pada kepemimpinan. Selama berbulan-bulan, FIFA menolak untuk membantu kami dalam hal-hal ini atau masalah lainnya."

Hingga saat ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas tuduhan yang disampaikan Pangeran Ali. Isu tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan terhadap kepemimpinan Gianni Infantino setelah muncul berbagai kritik dari sejumlah pemangku kepentingan sepakbola mengenai tata kelola organisasi dan kebijakan FIFA.

Pangeran Ali merupakan salah satu tokoh yang pernah mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2015 dan 2016. Dia juga pernah menjabat sebagai Wakil Presiden FIFA sebelum akhirnya menjadi salah satu pengkritik vokal terhadap tata kelola badan sepakbola dunia tersebut.



(ran/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads