Fasilitas Minim, Lina dan Dewi Tetap Targetkan Emas Loncat Indah

SEA Games XXVII

Fasilitas Minim, Lina dan Dewi Tetap Targetkan Emas Loncat Indah

Mercy Raya - Sport
Kamis, 19 Sep 2013 23:43 WIB
Fasilitas Minim, Lina dan Dewi Tetap Targetkan Emas Loncat Indah
detikSport/Marcy Raya
Jakarta -

Byurr... seketika tubuh Linadini Yasmin terjun ke dalam kolam sedalam lima meter. Muncul ke permukaan, peraih emas PON 2012 ini kemudian naik lagi ke pinggir kolam, lalu berjalan menuju ujung papan. Hal itu berkali-kali dia lakukan di kolam renang Senayan, Jakarta.

Lina tak memperdulikan sudah berapa kali dia terjun ke dalam air dari papan trampolin berwarna hijau itu. Dia hanya ingin mendapat loncatan yang indah dan sempurna pada sesi latihan sore itu.

Sejak didapuk sebagai salah satu dari enam atlet yang tergabung dalam tim inti loncat indah, Lina memang terus berusaha agar bisa menampilkan loncatan yang indah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setidaknya setiap hari ia harus membagi waktu antara latihan pagi dan sore hari dengan jam kuliahnya.

"Sebenarnya cukup padet juga sih, tapi ya bisa-bisain aja, karena ini pengalaman pertama saya ikut SEA Games jadi coba all out, ya walaupun awal-awal sempat takut juga," kata Lina ketika berbincang-bincang dengan detiksport usai menjalani latihan di Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2013).

Dari pantauan detiksport, sesi latihan yang dipimpin oleh pelatih loncat indah Harly Ramayani tadi sore, Lina memang cukup serius dalam menjalani latihan.

Meski banyak koreksian yang diberikan pelatih, namun tak ada tampak raut kesal dari wajahnya karena habis dikomentari. Justru ia terus berupaya agar sesuai dengan yang diinginkan pelatih.

Lina sendiri menyadari, waktu yang tersisa tiga bulan ini masih banyak hal yang harus ia benahi dalam latihan. Utamanya dalam hal pematangan tehnik.

"Tadi saya masih banyak banget yang kurang, kayak tehnik itu aku masih suka kurang tepat, nguncinya juga. Ya makanya dari tadi banyak koreksian , tapi engga apa-apa karena koreksian itu kan membangun kita juga untuk lebih baik lagi," ungkapnya.

Selain Lina, atlet lain yang juga masih butuh pematangan adalah atlet nomor menara Dewi Setyaningsih.

"Kalau saya masih kurang berani, masih banyak mikir dan sering salah, yang kecil-kecilnya. Sebenarnya asal loncat saja bisa, tapi kan hasilnya tidak bagus jadi harus dibenarin lagi, mudah-mudahan besok lebih baik lagi," kata perempuan kelahiran Semarang, 17 Agustus 1996 ini.

Dari segi persiapan, Dewi yang kali kedua ini bergabung di SEA Games mengaku masih kurang persiapan. Tak hanya pribadi, tapi juga dari pemerintah.

"Ya, kalau dibandingkan sama SEA Games pertama, saya pribadi lebih siap yang pertama. Karena dari segi fasilitas, uang saku, pelatih asing, jauh-jauh hari saja sudah ada. Sekarang engga ada, apa-apa terhambat, fasilitasnya juga sudah tidak layak pakai, uang saku terhambat, ya begitulah," ungkapnya.

"Jadi saya pikir persiapan SEA Games kali ini engga siap-siap banget. Coba deh mba, banyak yang bilang katanya pelatnas, tapi seragam saja tidak ada," selorohnya seraya diamini Lina.

Kendati begitu, baik Lina maupun Dewi sepakat, tak ingin menjadikan hal itu sebagai halangan untuk terus maju. "Ya mau engga mau memang harus dinikmati, karena sudah jadi tanggung jawab kita sejak masuk pelatnas ini. Coba berikan yang terbaik saja, kalau engga suka ya dari awal saja keluar," kata Dewi.

Bahkan sebuah target besar sudah dicanangkan siswi Sekolah Menengah Atas 3 Semarang ini. "Saya pikir semua atlet pasti pengennya dapat emas, saya pun demikian, ya soalnya karena kemarin kan cuma dapat perak. Ya mudah-mudah saja bisa, yang penting berusaha untuk tampil sebaik mungkin," ujarnya.

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads