Perenang muda Indonesia, Triadi Fauzi Siddiq, membuat prestasi besar di ajang Islamic Solidarity Games lalu. Ia memperbarui sebuah rekor yang bertahan selama delapan tahun atas Richard Sam Bera, yang merupakan idolanya.
Nama Triadi mungkin belum terlalu terkenal atau seterkenal Richard. Namun, perlahan tapi pasti ia berpotensi melakukan apa yang pernah dicapai perenang legendaris Indonesia itu, baik di turnamen nasional maupun internasional.
Prestasi terakhir pria kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 29 September 1991, itu adalah merebut tiga medali emas, satu perak dan satu perunggu, plus empat rekor nasional di ISG di Palembang, pada September lalu. Ketiga emas itu didapatnya dari gaya kupu-kupu, masing-masing di nomor 50, 100, dan 200 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di nomor 50 meter gaya bebas, penyuka olahraga ekstrim ini membuat rekor baru dengan waktu 22,88 detik, mematahkan rekor sebelumnya atas nama Omar Suryaatmaja di tahun 2009 dengan 22,97 detik.
"Tentu senang banget. Sempat tidak menyangka juga, karena emas yang saya dapat di ISG itu bukan nomor spesialis saya juga. Spesialis saya 'kan gaya bebas," ucap Triadi ketika berbincang-bincang dengan detiksport di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan, belum lama ini.
"Kalau rekor nasional, Β ya sama. Tidak menyangka catatan waktunya lebih cepat. Apalagi kebetulan saya nge-fans sama koh Richard, nomornya aja sama, gaya bebas juga. Senang banget."
Anak bungsu dari tiga bersaudara ini memang sudah lama bermimpi untuk menjadi perenang. Cita-cita yang boleh jadi terbilang tidak lazim dicanangkan oleh anak-anak di era masa kini.
"Suka renang itu sudah dari TK. Pas SD baru dimasukin ayah ke klub di kawasan Cimahi. Waktu itu saya langsung iyain, karena memang lagi suka-sukanya renang," kenangnya.Di klub itulah potensi Triadi mulai terasa berkat keseriusannya berlatih, sampai suatu hari ia menemukan momen yang sangat berarti. Mengikuti kompetisi pertamanya saat masih Sekolah Dasar (SD), Triadi melihat Richard mengikuti kejuaraan berlevel nasional itu.
"Saya lupa, pokoknya saya ikut itu waktu kelas 5 SD. Nah, disitu saya lihat atlet-atlet nasional seperti Richard (Sam Bera), Akbar Nasution dan lain-lain, lagi pada kumpul semua. Di situlah saya sama teman-teman langsung minta foto Richard," katanya seraya tersenyum seraya teringat masa kecilnya. Β
"Sejak itu saya sering nonton pertandingannya, dan bermimpi menjadi seperti Richard Sam Bera. Tapi saya sadar, tidak bisa cuma bermimpi, tapi harus diiringi usaha dan latihan keras juga."
Kini, meski sedikit demi sedikit mulai mengejar prestasi idolanya, tak berarti membuat Triadi puas. Putra bungsu dari pasangan suami istri Tien Jubaidah dan Hasan Basri ini mengaku masih menyimpan beberapa evaluasi yang harus dibenahi dalam rangka persiapan SEA Games di Myanmar nanti.
Salah satunya dari segi fisik. Triadi yang akan turun pada nomor 50 dan 100 meter gaya bebas ini berharap kekuatan fisiknya meningkat dan catatan waktunya bisa lebih baik lagi dari ISG kemarin.
"Dari beberapa hasil saya tahun ini, prestasi ini adalah catatan waktu terbaik saya. Cuma saya yakin nanti SEA Games bisa lebih baik lagi. Pengennya sih bisa pecahin rekor lagi, mungkin lebih ke secondnya saja yang ingin dipercepat. Misalnya, dari 50 gaya bebas 22, 88 jadi 22.50 detik."
Ia menyadari untuk mewujudkan mimpinya itu tidaklah mudah. Butuh kerja keras dan teknik yang matang. Maka itu, mumpung masih ada waktu dua bulan lagi. Ia ingin manfaatkan waktunya untuk berlatih dan mendengarkan intruksi dari pelatih. "Pelatih sih kasih wejangan suruh jalanin saja, fokus latihan untuk mantapin yang sudah ada."
Sebelumnya, pada SEA Games 2009 Triadi telah menyumbang emas di nomor 4 x 100 m gaya bebas. Sementara di perhelatan dua tahun berikutnya, Triadi kembali memperoleh medali emas di nomor estafet 4 x 100 m gaya bebas, perak di nomor 50 m gaya bebas dan perunggu di nomor 100 m bebas.

(mcy/a2s)











































