Mengintip Persiapan Tim Pelatnas Angkat Besi

Mengintip Persiapan Tim Pelatnas Angkat Besi

Mercy Raya - Sport
Selasa, 22 Okt 2013 15:28 WIB
Mengintip Persiapan Tim Pelatnas Angkat Besi
detiksport/raya
Jakarta -

Imam Jamaludin masih gagal mengangkat  beban seberat 185 kilogram. Barbel yang dikuasainya jatuh terlalu cepat, bahkan sebelum terangkat sampai atas kepala.

Suasana hening ruangan pun pecah oleh dentuman gravitasi barbel. Lantai pun ikut bergetar. Air muka Imam pun berubah. Wajahnya tampak memerah, ada raut menahan sakit di bagian atas telapak tangan kirinya.

Imam lalu berjalan menghampiri pelatihnya. Tangannya lalu dipijat sebelum beberapa menit kemudian mengulang angkatannya itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitulah sebuah suasana latihan pelatnas tim angkat besi dan binaraga Indonesia yang sedang dipersiapkan untuk SEA Games XXVII, di ruang latihan PP PABBSI Senayan hari Senin (21/10) kemarin.

Dibandingkan dengan tujuh lifter lain, Imam terlihat yang paling ngotot dalam upaya mengangkat barbel seberat 185 kg itu. Salah satu alasannya, ia ingin sekali dalam latihan tersebut bisa mencapai rekor terbaik dirinya, 195 kg (untuk kelas 85 kg).

"Kalau lihat hasil tes hari ini dibanding di ISG (Islamic Solidarity Games), ya agak membaiklah walau jauh dari rekor. Karena memang ada trouble sama ini (menunjuk tangannya yang sudah mulai membengkak). Tapi tidak ada masalah kok, karena ini juga tidak terlalu parah," kata Imam ketika ditemui detiksport seusai latihan.

"Malah justru yang parah waktu ISG, telapak tangan saya robek. Tapi sudah sembuh, tinggal pulihkan nyeri ini saja," sambungnya.

Imam tak ingin dianggap cengeng hanya karena nyeri di tangannya. Toh itu hal biasa di dunia angkat besar. Makanya, berbagai cara dilakukan untuk memulihkan sakitnya tersebut.

"Dikompres saja biar agak mendingan. Ya mudah-mudah sakitnya cepat pulih, yang penting latihan saja," ujarnya lagi.

Senada dengan Imam, manajer pelatnas angkat besi Dirja Wihardja juga mengatakan hal yang sama. Menurutnya, cedera yang dialami imam tidaklah parah. Ia juga yakin, hal itu tak akan mempengaruhi perfoma Imam.

"Imam tesnya lumayan, cuma tangannya saja yang masih bengkak, cedera waktu latihan, tapi tidak begitu parahlah. Kalau bertanding begitu juga hilang, tak ada rasa apa-apa," ujarnya.

Sementara untuk hasil keseluruhan lifter, Dirja menilai, dari segi power masing-masing lifter masih perlu peningkatan.

"Secara keseluruhan para lifter sudah cukup baik, meski belum maksimal. Karena dari segi kekuatan masih harus ditambah lagi," katanya.

"Ya kita akan coba lakukan ini setiap dua minggu sekali agar para lifter ini terbiasa dengan pertandingan."

Selain itu, lanjut dia, tes ini juga untuk menaksir angkatan maksimal yang bisa dicapai para atlet di Myanmar nanti.

"Misalnya, kita tentukan angkatan beban Eko Yuli Irawan 135 kilogram. Kita ‘kan tidak bisa baru latihan sekali, terus saat pertandingan langsung menentukan untuk Eko ya 135 kg. Itu nekat namanya," terangnya.

"Tetap perlu strategi dan latihan. Idealnya, para pemain harus terbiasa di tempat latihan dengan beban yang akan diangkat. Dengan begitu, kami (tim pelatih) juga tahu strategi apa yang mesti dilakukan."

Secara psikologis, tes ini jika dilakukan secara rutin bisa memberikan kepercayaan diri pada atletnyanya juga.

"Tentu, kalau sudah terbiasa (mengangkat beban) saat latihan. Atletnya pasti akan lebih percaya diri."



Sebelumnya, PB PABBSI juga telah melakukan tes analisis biomekanik kepada para lifter. Tes tersebut bertujuan untuk mengevaluasi efisiensi gerakan lifter lewat alat bernama  software Datrfish.

Melalui alat itu lifter tak hanya mengetahui kesalahan-kesalahannya dalam mengangkat beban, tapi juga bisa mengukur kecepatan angkatan, sudut gerakan, dan kecepatan barbel.

"Tes ini sudah dilakukan Kamis pekan lalu, nanti mungkin akan ada lagi. Tapi setelah hasil rekaman, dan evaluasi kemarin sudah diedit dan ada laporannya dari sana (ahli biomekanik yang ditugasi Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mendampingi pelatih angkat besi) kita bisa lakukan tes analisis biomekanik itu lagi," ujarnya.

Dirja berharap melalui proses evaluasi ini, para atlet bisa mencapai hasil optimal pada SEA Games Desember nanti, yaitu mempertahankan gelar SEA Games dua tahun lalu, atau capai empat emas.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads