The Gading Open 2013 Jadi Pemanasan Atlet Berkuda sebelum SEA Games

The Gading Open 2013 Jadi Pemanasan Atlet Berkuda sebelum SEA Games

Mercy Raya - Sport
Senin, 18 Nov 2013 19:12 WIB
Jakarta - Sebanyak 12 atlet pelatnas cabang olahraga berkuda akan mengikuti The Gading Open 2013 yang akan digelar di Parongpong, Jawa Barat, 22-24 November 2013. Penampilan mereka di ajang tersebut sebagai persiapan menuju SEA Games 2013.

Hal ini diungkapkan oleh manajer pelatnas berkuda, Prasetiono Sumiskum, dalam jumpa pers di Plaza FX, Senayan, Jakarta, Senin (18/11/2013).

"Kompetisi ini kita anggap try out, karena ini kelasnya internasional. Kita di sini hanya untuk mempertajam kesiapan atlet saja," ujar Prasetiono.

The Gading Open akan diikuti oleh 150 atlet. Ajang ini sedianya telah direncanakan sejak tahun lalu. Equestrian Federation of Indonesia (EFI) selalu mengeluarkan jadwal selama satu tahun sesuai kebutuhan. Misalnya saja, pada tahun ini ada SEA Games.

"Apa nih yang bisa kita buat untuk mempersiapkan semua. Inilah yang kita siapkan untuk menghadapi SEA Games," jelas Prasetiono.

Persiapan tim berkuda menuju SEA Games, lanjut Prasetiono, sejauh ini berjalan lancar dan tidak mengalami kendala berarti.

"Saya tidak terlalu melihat suatu kendala yang besar, saya hanya melihat bahwa semua negara memiliki keuntungan dan ketidakberuntungan yang sama. Justru yang memiliki beban paling besar adalah Myanmar," tuturnya.

"Hal ini berkaitan dengan kuda yang akan ditunggangi para atlet," tambah Prasetiono.

Seperti diketahui, menurut peraturan internasional, kuda-kuda yang digunakan seharusnya sudah sesuai dengan sistem karantina berstandar internasional. Namun, Myanmar rupanya belum mencapai itu.

Alhasil, semua negara yang ikut serta dalam cabang olahraga berkuda di Myanmar nanti, tidak diperkenankan untuk membawa kuda sendiri oleh Federasi Equestrian Internasional.

"Karena sistem karantinanya tidak sesuai standar, jadi tidak ada yang menjamin kesehatan kudanya. Makanya tuan rumah yang akan persiapkan semua," jelas Prasetiono.

"Ketidakberuntungan kita adalah jika tidak mendapat kuda yang sesuai dengan atletnya. Karena kalau dapat kuda yang abal-abal atletnya susah. Tapi kita tetap berusaha."

Tuan rumah Myanmar juga tidak diuntungkan dengan kondisi ini. Karena mereka sudah mengetahui kondisi kudanya, para atlet mereka pun akan terpengaruh secara psikologis.

"Ya, katakanlah saat drawing ternyata salah satunya kudanya ada yang tidak bagus, mereka pasti langsung drop atletnya, secara psikis juga mereka langsung loyo. Kalau kita yang tidak tahu apa-apa pasti tetap berusaha 'kan," ujar Prasetiono.

"Inilah yang saya katakan keberuntungan kita ditentukan pada hasil undian nanti sebelum pertandingan SEA Games," ujarnya.

Hasil drawing akan dilakukan pada tanggal 9 Desember 2013. Sehari kemudian, pertandingan akan dimulai.

Selain undian, hal lain yang menjadi catatan penting Presetiono adalah disiplin endurance--disiplin rally berkuda di mana atletnya harus memiliki emosi yang bijak.

Pasalnya, kalau atletnya ngebut, maka jantung kuda bisa melebihi ketentuan. Atlet pun bisa tereliminasi karena penilaian juri tak sebatas atlet dan kuda menyentuh garis finis.

"Tapi jika kudanya dinyatakan juri tidak kuat, sakit, atau tidak sesuai, ya bisa dieliminasi. 'Kan ketahuan kudanya bisa digenjot sampai kilometer berapa," ujar Prasetiono.

Mengenai target di SEA Games, Prasetiono mengungkapkan, pihaknya ingin mempertahankan gelar juara umum dua tahun lalu. Di SEA Games 2011, Indonesia meraih dua emas dan satu perak dari enam nomor yang dipertandingkan.

Usai SEA Games, atlet pelatnas rencananya langsung dipersiapkan untuk mengikuti program pelatihan menuju Asian Games 2014, di Incheon, Korea Selatan.

(mcy/mfi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads