Seperti diketahui para lifter angkat besi sudah melaksanakan pemusatan latihan di ruang latihan PP PABBSI Senayan, sejak tahun lalu. Namun, sejak pelatnas dimulai lalu sampai dengan kini pelatnas menyisakan dua pekan lagi, berat badan peraih medali perunggu Olimpiade London 2012 ini belum ideal dan stabil.
"Kalau sekarang bisa dibilang persiapannya sudah 95 persen. Artinya, saya tinggal mempertahankan angkatan maksimal saya; 310 kilogram. Sama turunkan berat badan," kata Eko ketika dihubungi detikSport, Rabu (27/11/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain dengan menggunakan buah dan lauk pauk, ia juga memberikan nutrisi kepada tubuhnya dengan mengonsumsi suplemen.
Dijelaskan Eko, sebenarnya suplemen yang harus ia asup bersama rekan lifter lainnya sekitar 7 sampai 8 jenis. Tapi mengingat sejak Oktober lalu Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima)--pihak yang diberi mandat oleh pemerintah untuk mengurus hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan atlet pelatnas SEA Games--sudah menghentikan pasokan vitamin bagi atlet karena kesulitan dana, tak semuanya bisa ia penuhi.
"Enggak semuanya terpenuhi, paling cuma satu sampai tiga jenis. Jenis suplemennya macam-macam, ada vitamin C, ada suplemen untuk menjaga daya tahan tubuh, serta mengembalikkan sel-sel tubuh yang rusak. Karena biasanya 'kan kalau latihan sel kita rusak, nah ada salah satu suplemen yang bisa mengembalikan sel ini jadi baru kembali lagi. Itu buat jaga kondisi tubuh juga setelah latihan," urainya.
Kendatipun masa persiapan dan latihan tidak selalu berlangsung mulus, Eko tetap menegaskan semangatnya untuk mempertahankan emas yang ia dapat pada SEA Games dua tahun lalu. "Target emas harus. Namanya atlet inginnya yang terbaiklah. Semua atlet pasti ingin dapat emas. Hanya memang dukungannya saja yang kurang," tegasnya.
Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PB PABBSI) akan mengirim 13 lifternya ke SEA Games ke-27 di Myanmar, 11-22 Desember mendatang. Mereka ditargetkan merebut empat medali emas dari 11 kelas yang dipertandingkan.
Salah satu emas ini diharapkan bisa lahir dari nomor Eko Yuli Irawan, yakni 62 kilogram. Selain itu peluang emas lainnya juga diharapkan datang dari kelas 48 kilogram putri, yakni Sri Wahyuni, dan 53 kilogram putri melalui Citra Febriyanti. Satu lagi kelas lagi yang menjadi andalan adalah kelas 69 kilogram, di mana di sini lifter I Ketut Ariyane dan Deni diharapkan bisa unjuk kemampuan.
(mcy/krs)











































