Desakan agar pemerintah menyatukan KONI dan KOI terus berlanjut. Yang terakhir, sebanyak 50 Pengurus Pusat dan Pengurus Besar cabang olahraga menuntut disatukannya dua organisasi tersebut karena dianggap tidak efisien.
Demikian disampaikan salah satu Ketua Umum Persatuan Kempo Seluruh Indonesia Kusumo A.M, dalam jumpa pers dengan wartawan di kantor Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Jumat (24/1/2014).
Kusumo yang didampingi Induk Pengurus cabor seperti hoki, gulat, vovinam, balap sepeda dan beberapa cabang olahraga lainnya mengatakan, selama ini terjadi dualisme lembaga yang membuat pengurus cabang olahraga kesulitan. Yang terbukti dalam persiapan SEA Games 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga khawatir jika ini terus dibiarkan, persiapan menghadapi Asian Games 2014, SEA Games 2015, dan Olimpiade 2016 bakal kembali bermasalah. Atas dasar itulah dia bersama beberapa induk cabang olahraga lain datang menemui Menpora Roy Suryo untuk menuntut segera disatukannya KONI dan KOI.
"Sore ini kami menyampaikan bahwa kurang lebih 50 induk cabor. Kedatangan kami berawal dari keprihatinan induk cabor, dengan adanya dua lembaga olahraga. Intinya adalah kami para stakeholder menghendaki badan ini disatukan," kata Kusumo seraya diiyakan induk cabang olahraga lain.
"Kami bahkan sudah mengumpulkan tandatangan dari 50 cabor untuk mendukung penyatuan ini, dan Menpora menerima kami, beliau apresiasi sekali," tambahnya.
Sebelumnya Menpora sudah berencana untuk membuat payung hukum berupa Peraturan Menteri yang fungsinya untuk memperjelas tugas dan fungsi masing-masing induk lembaga olaharaga tersebut.
Peraturan Menteri itu rencananya akan diterbitkan awal Februari nanti.
"Justru itu yang kita tunggu, jadi sebelum Peraturan Menteri terbit. Kami mengajukan ini. Kami akan meminta waktu yang sesingkat-singkatnya, sehingga problema dua induk lembaga olahraga ini bisa disatukan. Kita jauh lebih nyaman apabila disatukan," tandasnya.
(mcy/din)











































