Hal itu dikemukakan pelatih tenis Roy Therik ketika menanggapi persiapan atletnya pesta olahraga multicabang se-Asia yang tahun ini akan digelar di Korea Selatan tersebut.
"Ajang ini menjadi satu rangkaian persiapan untuk Asian Games. Mulai Piala Davis, Asian Games, terakhir training camp di Spanyol, kali ini menyambung untuk persiapan SEA Games 2015 juga," sebut Roy ketika ditemui di Kantor Pengurus Pusat Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PP Pelti), Senayan, Senin (3/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum itu, masih dalam rangka persiapan menuju Asian Games mendatang, PP Pelti juga mulai menggelar pemusatan latihan yang juga dimulai pada hari ini. Ada lima atlet yang masuk yakni Christoper Rungkat, Elbert Sie, David Agung Susanto, Wisnu Adi Nugroho, dan Aditya Hari Sasongko. Namun, Christo dan Elbert belum hadir di Lapangan Tenis Senayan karena masih mengikuti rangkaian turnamen tenis.
"Latihan kita saat ini masih sebatas persiapan umum, seperti pembentukan otot," tutur Roy.
Rencananya, para atlet akan kembali menjalani ujicoba lain di ajang Makassar Open yang akan digelar pada 28 April- 4 Mei, disusul kemudian ajang Kalimantan Open. Sementara untuk rencana training camp (TC) di Spanyol, Roy menargetkan para atlet sudah akan mulai sejak pertengahan Mei.
"Pada sesi pertama TC akan dilakukan satu minggu, kemudian dilanjutkan dengan tanding selama tiga minggu lagi, lalu masuk TC lagi, tanding lagi, sampai akhir Juli nanti," ungkapnya.
Dijelaskan Roy, alasan memilih Spanyol karena negara tersebut banyak melahirkan atlet-atlet tenis berprestasi. "Jadi anak-anak juga lebih siap nantinya dengan adanya TC ini," katanya.
Selain program latihan seperti uji coba dan training camp yang sudah tersusun rapi, Roy juga menyiapkan pakar nutrisi untuk para atletnya. "Jadi pagi hari saja makan di hotel Century-tempat atlet pelatnas menginap- makan siang dan malam hari, atlet akan diberi menu khusus bernutrisi tinggi," jelasnya.
Berkaca dari anggaran yang cukup terbatas dari pemerintah yakni 250 miliar untuk enam multievent. Roy meyakini, jika apa yang telah disusunnya bakal disetujui Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). "Anggarannya cukup bagus dan Satlak Prima sudah memberi lampu hijau."
(mcy/krs)











































