"Kita sih targetnya mempertahankan hasil di Asian Games 2010. Tapi kalau bisa support-nya jangan seperti SEA Games kemarin. Iyalah masa eventnya lebih besar, tapi persiapannya justru lebih buruk," kata manajer pelatnas Asian Games, Dirja Wihardja, ketika ditemui di kawasan Kuningan, Selasa (25/3/2014).
PB PABBSI (Pengurus Besar Persatuan Angkat Berat dan Binaraga Seluruh Indonesia) diakuinya tengah menjalankan program yang ada. Dari 14 atlet yang dipersiapkan untuk Asian Games semuanya sedang menjalani latihan di sentra-sentra yang ada di empat tempat, yakni Bali, Balikpapan, Bekasi, dan Lampung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga kini pemerintah sama sekali belum memberi dukungan akomodasi sama sekali.
"Mereka (pemerintah) minta satu emas. Ya boleh saja, tapi dukungannya bagaimana sekarang? Kita mau satu emas harusnya dipenuhi kebutuhannya apa, tapi sampai sekarang dana akomodasi saja sampai sekarang belum terima. Katanya angkat besi unggulan kesatu selain bulutangkis tapi kok dukungannya sama dengan yang lain," cetusnya.
"Makanya yang penting sekarang adalah dukungannya dulu mana."
Pelatih angkat besi, Lukman, juga mengungkapkan hal yang sama. Dia mengaku sudah bosan dengan persoalan-persoalan klasik setiap multievent tiba.
"Seharusnya kembali ke pemerintahnya. Cobalah para pimpinan yang berkompeten di olahraga ini, turun ke bawah, lihat bagaimana latihan. Tapi jangan hanya satu dua jam, tapi berhari-hari, bukan hanya dikasih makan, tapi ada recovery dan lain-lain. Itu persiapan loh, apalagi saat pertandingan. Jadi tolong diperhatikan lah."
"Makanya, mudah-mudahan dengan adanya bonus dari PT So Good Food ini, pemerintah bisa lebih peduli apa yang sudah kami perjuangkan di setiap event, termasuk SEA Games kemarin. Karena engga hanya saya saja, pelatih cabang lain juga menunggu dana dan bonus yang konon keluarnya bakal Maret ini, enggak tahulah," pasrah Lukman.
(mcy/din)











































