Ikatan Atlet Dukung Pengusutan Dugaan KKN di GBK
Jumat, 17 Des 2004 01:07 WIB
Jakarta - Dugaan pengelolaan Gelora Bung Karno (GBK) menjadi sarang KKN mendapat banyak tanggapan. Salah satunya datang dari Ikatan Atlet Nasional Indonesia (IANI) yang mengaku prihatin atas masalah tersebut.Hal tersebut diungkapkan Ketua IANI Icuk Sugiarto kepada wartawan di sela-sela kejuaraan bulutangkis Indonesia Open 2004, Stadion Tennis Indoor Senayan, Kamis (16/12/2004). "IANI sangat prihatin dan menginginkan pemerintah dalam hal ini Mensesneg secepat mungkin mengusut tuntas masalah ini," tutur Icuk.Yang membuat situasi ini makin memprihatinkan adalah banyaknya lahan di komplek GBK yang hilang tanpa ada alasan yang jelas. Sebelumnya dari 360 hektar kini menjadi 270 hektar. Sementara lahan yang dibisniskan juga makin tak terkendali."Selain mengadakan pengusutan, Mensesneg diminta segera mengamankan aset-aset yang tersisa di lahan GBK," tandas mantan atlet bulutangkis itu.Langkah Indonesian Sports Watch (ISW) yang rencananya akan mendesak Mensesneg Yusril Ihza Mahendra mengusut tuntas masalah itu pun mendapat dukungan dari IANI.Pasalnya, jika masalah ini bisa terselesaikan, bukan tidak mungkin masalah dana olahraga yang selama ini menjadi hambatan perkembangan prestasi olahraga Indonesia bisa teratasi dari keuntungan yang diperoleh GBK dari tempat-tempat komersial yang ada."Gelora Bung Karno itu 'kan dibangun untuk masyarakat olahraga. Jadi, masyarakat olahraga berhak tahu berapa keuntungan maupun kerugiannya," kata Icuk.Tentang adanya pengakuan Direksi GBK Jasidi Hambali bahwa GBK telah memberikan bantuan beberapa miliar kepada KONI, Icuk membenarkannya. Akan tetapi bantuan itu sangat minim dan bisa jadi tidak sebanding dengan pemasukan yang diterima GBK. (erk/)











































