Rini diberi hukuman karena mengikuti kejuaraan lari marathon 10K di Medan, tanpa seijin dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB- PASI).
"Yang saya dengar begitu, (Rini) statusnya diturunkan ke pelatnas SEA Games," kata wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Paulus Lay ketika dihubungi Rabu (28/5).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rini Budirati ketika dikonfirmasi mengiyakan soal keputusan itu, meski begitu ia tidak ingin mempersoalkannya dan tetap fokus pada latihan.
"Masih latihan seperti biasa, tapi kalau dicoret ya sudah," kata Rini dalam kesempatan terpisah.
Namun, peraih medali emas SEA Games 2013 ini menyanyangkan sikap PB PASI yang menurutnya kurang tepat. Pasalnya, apa yang dilakukannya tidak merusak program latihan dan sudah seijin dari pelatih Wita Witarsa.
"Pak Wita (Witarsa) sebelumnya memang sudah memberi ijin, karena masih dalam lingkup program latihan. Kebetulan waktu itu juga ada tes 10 K dari pelatih, saya maunya itu dialihkaan ke Kejuaraan itu. Tapi sama manajer tidak diijinkan."
"Nah waktu saya ikut ke Medan itu, saya mendapat surat dari PB PASI dalam hal ini pak Boedi (Dharma). Tadinya saya minta dikeluarkan saja dari pelatnas, tapi katanya terdegradasi dan status saya diturunkan ke SEA Games. Setelah itu saya tidak tahu kelanjutannya seperti apa," tuntasnya.
(mcy/din)











































