Maria mendulang emas dengan mencatatkan jarak sejauh 13,71 meter di Kompleks Atletik Rawamangun, Jakarta Timur Jumat (22/8/2014). Medali perak direbut Fenny Veranika (Kalimantan Barat) dengan catatan 11,93 meter dan Dewi Ayu Ag. (Bali) dengan jarak 11,53 meter.
Hasil yang dituai Maria itu jauh dari catatan terbaiknya saat di SEA Games 2013 yakni 14,17 meter. Angka itu juga belum cukup untuk meraih medali perak di Asian Games jika bererpatokan pada hasil multicabang se-Asia empat tahun lalu. Peraih perunggu di Guangzhou, China 2010 bisa membuat lompatan sejauh 16,84 meter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Puas enggak puas, ya harus puas. Karena kondisi anginnya memang tidak mendukung. Mungkin kalau tadi angin kecil dengan hasil lompatan segitu, saya kecewa. Tapi dengan kondisi angin begini saya tentu puas," kata Maria usai perlombaan.
"Di Bali anginnya lebih kencang, tapi beda arah. Di sana dari samping, kalau di sini (Rawamangun) benar-benar harus melawan arah angin. Jadi sejak start, sampai lompatan jangkitnya cukup berat. Makanya saya senang walau dengan hasil seperti ini," beber gadis kelahiran 29 Oktober 1990 itu.
Tak mau larut dalam kekecewaan, Maria memanfaatkan situasi itu sebagai bekal menuju Asian Games. Sebab, dia tak mengenal kondisi di lokasi perlombaan di Incheon nanti.
Β
"Ini bisa jadi pelajaran buat saya. Jika sewaktu-waktu kondisi angin di sana (Incheon) ternyata kencangβ dan memang posisinya tidak bagus buat atletnya, ya saya sudah terbiasa tahu cara mengantisipasinya. Seperti menunggu anginnya lewat dulu misalnya," ujarnya.
Di Asian Games tahun ini, Maria menjadi salah satu atlet dari cabang olahraga atletik. Dia akan turun pada dua nomor, lompat jangkit dan lompat jauh. Selain Maria, Indonesia menyiapkan dua atlet lain, Dedeh Erawati dan Rini Budiarti.
(fem/din)











































