Bromo Marathon tahun ini sudah berlangsung pada 5-7 September lalu. Pagelaran lomba lari berskala internasional ini diikuti 1.600 peserta, yang terdiri dari 1.224 pelari domestik dan 376 pelari mancanegara dari 40 negara di lima benua.
Dari masing-masing pihak seperti peserta, penduduk, sponsor, hingga volunteer (relawan) memiliki cerita dan pengalaman masing-masing soal Bromo Marathon. Beberapa di antaranya bahkan berkomentar amat positif dengan pagelaran yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
βSementara itu, peserta asal Bontang, Jamal (43 tahun) mengatakan, event Bromo Marathon ini sudah sangat sempurna. Secara fasilitas juga cepat dan memadai.
"Keseluruhan acara ini sangat sempurna, untuk panitia fleksibel. Contohnya saja kemarin, saat mau ambil RPC (Rest Packet Collection) di sekretariat, KTP (Kartu Tanda Penduduk) saya ternyata ketinggalan, tapi kata panitia tinggal kasih nama lengkap saja. Dan saya bisa ikut lari sekarang," cerita Jamal.
Tak jauh berbeda, Yisca (35 tahun) juga mengungkapkan, "Secara keseluruhan panitia cukup rapih. Saya juga senang karena volunteer di sini orang bule, yang menunggu kita di bagian finish juga bule, mereka itu kasih semangatnya beda. Jadi kita sebagai pelari yang sudah capek merasa diapresiasi sekali."
"Kritik saya mungkin dari penempatan lokasi penyelenggaraan festivalnya. Karena jauh dari tempat kita sehingga sulit untuk mengetahui infonya. Jadi kedepan bisa lebih diperjelas lagi soal acara dan hal lainnya," tambahnya memberi saran.
βPeserta lari asal Norwegia, Hana Cervenka juga punya pendapat sendiri soal event Bromo Marathon yang baru pertama kali ia ikuti ini. "Saya senang berada di sini. Ini pertama βkalinya saya mengikuti event ini dan sangat sangat menyenangkan. Saya akan ikut lagi Bromo Marathon tahun depan," katanya seraya tersenyum.
Sponsor utama Bromo Marathon, Bumiputera βjuga punya evaluasi tersendiri terhadap ajang yang pertama kali disponsorinya ini. Direktur SDM dan Umum Bumiputeraβ, Prastya M. Brata mengatakan, semua masih sesuai dengan harapan mereka sebagai sponsor.
"Jika dilihat dari pelaksanaan dan antusiasme peserta, sejauh ini menurut kami masih sesuai dengan harapan. Tapi ini kan belum mengkaji dari dampak post eventnya seperti apa. βDari pelaksanaan tahun ini juga untuk jumlah sisi peserta lebih banyak dari tahun lalu. Dari 900 peserta menjadi 1.600 peserta, begitu juga jumlah negara dari 30 negara menjadi 40 negara," katanya.
Ia pun menambahkan, ada keinginan untuk terus melanjutkan kerja sama. "Kemungkinan ada. Tinggal beradu saja, karena saya dengar banyak juga yang ingin menjadi sponsor utama. Ya kita lihat saja nanti. Mudah-mudahan panitia tidak melihat jumlah uangnya tapi idealismenya, kesamaan visinya. Bromo Marathon memperkenalkan kekayaan bumi Indonesia, Bumiputera juga merupakan kekayaan sejarah Indonesia."
Bumiputera sendiri sebagai sponsor utama Bromo Marathon 2014 memberikan dukungan dalam beberapa bentuk, yang terdiri dari dana tunai, hadiah yang berupa 18 buah gadget, dan plakat untuk pemenang. Tak hanya itu, dari premi asuransi sebesar Rp 4 ribu yang diambil dari biaya pendaftaran perusahaan ini βjuga mengasuransikan seluruh peserta lari.
(mcy/krs)











































