Sementara itu, dua penerjun militer dari Indonesia memperoleh satu emas dan satu perunggu dalam kategori ketepatan mendarat.
Sebanyak 406 atlet dari 42 negara dari Afrika, Amerika, Asia Pasifik, dan Eropa mengikuti kejuaraan dunia militer tersebut. Selain itu Palestina, Myanmar, dan Kamboja datang sebagai observer.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nomor ketepatan mendarat dihelat di Stadion Manahan. Sementara nomor gaya dilokasikan di Alun-Alun Selatan, dan nomor kerjasama di udara dipusatkan di Lanud Adi Soemarmo.
Untuk tim putra, Tim Jerman keluar sebagai juara umum. Sedangkan di kelas putri, Tim Rusia berada pada posisi puncak sebagai juara umum.
Peserta dari Indonesia hanya bisa mempersembahkan dua buah medali. Satu medalii emas dipersembahkan oleh Serda Ni Putu yang tampil dalam nomor ketepatan mendarat. Selain itu satu medali perunggu juga dipersembahkan oleh Desy yang tampil dalam nomor ketepatan mendarat junior putri.
Penutupan perlombaan tingkat dunia tersebut dilakukan Sabtu (27/9/2014) sore di Stadion Manahan. Sebagai hiburan untuk upacara penutupan itu digelar kesenian tradisional dan penampilan khusus para siswa taruna Akmil.
(roz/cas)











































