Hal itu disampaikan oleh Race Director Tour de Ijen, Jamaludin Mahmood, di akhir etape empat, Minggu (19/10). Sejumlah hal yang menjadi indikator keberhasilan penyelenggaraan balap sepeda--mulai dari peserta balap, keamanan, branding image, hingga partisipasi masyarakat--menunjukkan peningkatan kualitas.
"Dapat saya pastikan bahwa para commissaire pasti akan menilai tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Entah itu kenaikannya sedikit, tapi pasti ada peningkatan," ujar Jamal yang ditemui usai awarding ceremony etape terakhir, Minggu (19/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski Tabriz Iran bertabutkan juara Asia dan sebagai jawara tim di ITDBI, namun pemegang jersey diraih oleh tim-tim lain, bukan dimonopoli peserta Iran saja. Indonesia bahkan raih green jersey. Apalagi di UCI (Persatuan Balap Sepeda Internasional) penilaian paling besar adalah kualitas pembalap secara individu bukan tim. Jadi, ini sangat mengangkat poin," kata Jamal.
Untuk kategori best invidual classification (yellow jersey) diraih Peter Pouly (Prancis) asal Singha Infinite Cycling Thailand yang juga ditahbiskan sebagai raja tanjakan King of Mountain (polkadot jersey). Sedangkan Best Sprint (green Jersey) diraih Rastra Patria dari Pegassus Continental Cycling (Indonesia).
Bambang Suryadi dari Tim Jatim dinobatkan sebagai Best Indonesian Rider (white & red jersey). Sementara penghargaan untuk kategori tim diraih oleh Tabriz Petrochemical Team dan tim Jatim sebagai tim Indonesia terbaik.
Lebih lanjut lagi, Jamal juga menilai kualitas pengamanan mengalami peningkatan. Koordinasi antara Polisi, TNI, petugas Dinas Perhubungan, dan Satpol PP dianggap berjalan dengan baik sehingga balapan dapat diamankan tanpa ada kendala.
Selain itu, Jamal juga memuji branding image Tour de Ijen yang dianggapnya lebih banyak. Di sepanjang rute yang dilewati pemasangan branding sangat mudah terlihat. β"Tahun ini branding sangat terlihat dimana-mana dan sangat cantik. Seperti di mobil itu. Selain juga masyarakatnya yang antusias dan kooperatif," ujar Jamal.
Saat disingung berapa perkiraan poin yang bisa didapat oleh Banyuwangi pada tahun ini, Jamal belum bisa memastikan. Namun ia menegaskan beberapa perbaikan yang direkomendasikan oleh UCI pada tahun lalu telah dipenuhi di penyelenggaraan kali ini.
"Saya berbincang dengan perwakilan UCI, mereka mengatakan Excellence bahwa etape 3 yang terpanjang dan tanjakannya tajam bisa dilalui dengan baik. Apalagi Ijen bagi pebalap Asia sudah menjadi tantangan favorit tersendiri. Bisa selama ini di kalangan pebalap Asia mengenal Genting Highland sebagai queen of KOM (king of mountain), Ijen bisa dibilang adalah other queen of KOM,β pungkas Jamal.
Tour de Ijen sudah tuntas digelar setelah menyelesaikan etape keempat, Minggu (19/10). Pebalap Prancis Peter Pouly terhitung sebagai yang terbaik dan berhak menyabet gelar juara.
(nds/fem)











































