Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi mulai bicara cabang olahraga prioritas menuju Olimpiade 2016. Itu demi tak mengulang kegagalan pada multicabang serupa di tahun 2012.
Indonesia gagal total di Olimpiade 2012 yang bergulir di London. Hanya ada di urutan ke-63, kontingen βMerah Putihβ gagal mempertahankan tradisi emas dengan hanya meraih satu perak dan satu perunggu. Kala itu, Indonesia mengirimkan 22 atlet.
Menpora di Kabinet Kerja mendapatkan tugas untuk mengembalikan tradisi emas tersebut. Merka pun sudah menyiapkan langkah untuk memenuhi target tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Staff Ahli menpora Djoko Pekik Irianto, awalnya ada lima cabang yang diprioritaskan. Selain itu cabang tersebut ada tinju dan taekwondo. Namun, dalam perjalannya kedua cabang itu bermasalah.
"Tinju gagal di Asian Games, artinya satu level Asia saja sudah tak mampu apalagi untuk menghadapi level Olmpiade,β kata Djoko.
"Taekwondo lebih rumit lagi, belum apa-apa induk organisasinya terpecah dua. Kami abaikan saja untuk ke Olimpiade,β kata dosen Universitas Negeri Yogyakarta itu.
Namun, kemenpora tak menutup kemungkinan tambahan cabang olahraga prioritas. Jalan masih terbuka untuk cabang olahraga yang berprestasi di kejuaraan dunia dan menjadi cabang yang dipertandingkan di Olimpiade 2016.
(fem/cas)











































