Indonesia telah resmi menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games ke-18. Tiga daerah yang akan menjadi tuan rumah perhelatan itu antara lain DKI Jakarta, Sumatera Selatanβ, dan Jawa Barat. Setidaknya ada waktu sekitar tiga tahun untuk mempersiapkan semua, baik dari prestasi atlet hingga menyukseskan penyelenggaraan.
Ketua KOI, Rita Subowo, mengungkapkan untuk mendapat kesuksesan prestasi dan penyelenggaraan Indonesia tidak bisa melakukannya sendiri dan butuh dukungan dari semua pihak. Termasuk dukungan dari negara-negara yang pernah mencatatkan diri sebagai negara tersukses menggelar multievent.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"βTadi pihak dubes Inggris sudah memaparkan beberapa contoh bantuan yang mungkin bisa digunakan untuk kita (Indonesia). Salah satunya dalam hal kontruksi, IT, master plan, dan juga untuk legacy-nya seperti apa. Karena mereka kan sudah berpengalaman. Indonesia pernah menjadi tuan rumah Asian Games pada waktu tahun 1962, tapi sekarang sudah berbeda. Makanya dengan adanya penjajakan kerjasama ini diharapkan menjadi lngkah yang baik untuk Indonesia," kata Rita, dalam jumpa persnya.
βSementara itu, Moazzam menuturkan, βkerja sama ini tak lain karena melihat Indonesia adalah demi mempererat hubungan kedua negara.
"Masa depan Inggris berhubungan dengan negara Asia, termasuk Indonesia. Dan, kami melihat Indonesia punya potensi besar untuk Asia dan dunia. Intruksi saya kepada menteri-menteri Inggris supaya memperdalam lagi hubungan bisnis, perdagangan, dan ivestasi.
"Selain itu, olahraga adalah bidang yang penting sekali, jadi kami mau memperdalam hubungan dari pihak Inggris dan Indonesia dengan cara mendukung kalian. Karena Inggris mempunyai pengalaman menyelenggarakan olahraga seperti Olimpiade di London, dan akan menggelar World atletic Championship dalam waktu yang akan datang," urainya.
Dalam kesempatan itu, pihak Kedubes memaparkan sembilan perusahaan yang siap bergerak untuk bekerja sama dalam menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Perusahaan itu antara lain, Trowers and Hamlins (bidang legacy), Arup (infrastruktur), Motts (konstruksi), Aecom (kontruksi), Mace (infrastruktur), Sepura PLC (IT), Skylab (IT), Tinopolis grup (IT), dan Aggreko (pelayanan jasa).
"βAsian Games merupakan pernghargaan besar untuk Indonesia. Namun penyelenggaraan yang dilakukan pada 2018 tentu waktunya sedikit. Untuk itu kami berkonsultasi dengan KOI kalau kami bisa bantu sedikit untuk merencanakan tentang event tersebut," kata Moazzam.
"Sembilan perusahaan yang saya sebutkan tadi adalah perusahaan yang terjun langsung dalam Olimpiade di London waktu lalu. βPerusahaan ini memiliki keahlian tinggi dalam bidang sport. Saya berharap diskusi ini bisa terus berlanjut untuk membicarakan hal yang lebih detail untuk membantu."
βRencananya, tidak hanya Inggris saja yang akan menjamin kerjasama dengan Iβndonesia, tapi ada negara-negara lain seperti China, Jepang, Australia.
"Kami menerima siapapun yang hendak mendukung Indonesia. Korea, China, Jepang, dan Australia juga sudah menyatakan siap membantu. Tentu dengan bujet yang terbatas kami akan bersama-sama dengan pihak menteri agar event ini bisa berjalan baik dan berkualitas tinggi," simpul Rita.
(mcy/din)











































