Asian Games 2018 Jadi Pertaruhan Pemerintahan Jokowi di Bidang Olahraga

Jokowi 100 Hari

Asian Games 2018 Jadi Pertaruhan Pemerintahan Jokowi di Bidang Olahraga

- Sport
Rabu, 28 Jan 2015 14:28 WIB
Asian Games 2018 Jadi Pertaruhan Pemerintahan Jokowi di Bidang Olahraga
Jakarta -

Ada banyak hal yang harus diperbaiki Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terkait kondisi olahraga Indonesia yang karut-marut dan makin jauh dari prestasi. Dari banyak tantangan yang dihadapi, Asian Games yang sukses akan menjadi tolok ukur kerja pemerintahan Jokowi di bidang olahraga.

Indikasi menurunnya pretasi olahraga Indonesia bisa dilihat dari hasil yang diraih atlet-atlet merah putih pada berbagai ajang di level internasional. Salah satu barometernya adalah penampilan di SEA Games.

Di lima penyelanggaraan SEA Games terakhir, kecuali saat jadi tuan rumah, posisi terbaik yang didapat Indonesia cuma urutan tiga klasemen saat ajang tersebut dihelat di Laos tahun 2009. Sementara di Manila (2005), Thailand (2007), dan terakhir di Myanmar (2013) Indonesia berturut-turut menempati urutan lima, empat dan empat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi serupa terjadi di Asian Games, di mana dari target masuk 10 besar yang dicanangkan kontingen Indonesia akirnya menuntaskan event tersebut pada urutan 17. Sementara di Olimpiade 2012 Indonesia harus kehilangan tradisi emas dari bulutangkis.

Dalam kondisi prestasi olahraga yang kering kerontang, Indonesia kebagian jatah jadi tuan rumah Asian Games 2018. Pekerjaan rumah besar menunggu bangsa ini untuk bisa menggelar event olahraga terbesar di Asia tersebut. Waktu yang dipunya pun tidak panjang karena tinggal tersisa tiga tahun lagi.

Indonesia pun dihadapkan pada tantangan untuk menjadi tuan rumah yang baik dan pada saat bersamaan meraih prestasi.

"Saya optimistis bisa. Tapi harus ada tahapan-tahapan untuk bisa mencapainya. Tiga tahun itu tidak sebentar, tapi juga tidak lama. Itu waktu yang cukup. Atlet harus sering berujicoba, memperbanyak frekuensi pertandingan internasional. Cabang-yang berpotensi meraih medali harus disiapkan dengan baik, misalnya angkat besi," ungkap pengamat olahraga Ari Junaedi kepada detiksport, Rabu (28/1/2015).

"Kepengurusan ganda di sejumlah induk organisasi juga harus diperbaiki. Gedung-gedung harus disiapkan, jalanan diperbaiki. Jangan sampai Jakarta masih sama kondisinya tiga tahun lagi, juga transportasi," lanjut dia melalui sambungan telepon.

Sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi disebut Dosen S2 Universitas Diponegoro itu akan menjadi tolok ukur kinerja pemerintahan Jokowi di bidang olahraga.

"Asian Games ini pertaruhan pemerintahan. Asian Games ini menuntut kita jadi tuan rumah yang baik dan (meraih) prestasi tinggi."

"Yang harus jadi prioritas (persiapan Asian Games) adalah koordinasi lintas kementrian, penataan bersama-sama, infrastruktur, prasarana, jalan-jalan umum. Ini pertaruhan besar. Salah satu keberhasilan Jokowi bisa dilihat dari penyelanggaran Asian Games. Sukses itu jadi tolok ukur (pemerintahan) Jokowi di bidang olahraga," pungkasnya.

(din/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads