Menjelang tahun keempat balap sepeda International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI), Pemkab Banyuwangi meluncurkan logo baru yang diklaim lebih dinamis.
Logo baru ini diakui oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas diilhami dari logo balap sepeda international Tour de France dan Tour de Langkawi.
"Kita ingin yang eye catching dalam cycling international, mirip logo Tour de France tapi beda. Warnanya pun kita ambil yang lagi tren international," kata Anas saat peluncuran logo ITdBI di Pantai Boom, Banyuwangi, Sabtu (22/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anas dan Race Director (perwakilan UCI) Djamaluddin Mahmood menjelaskan, logo baru ini sengaja dibuat sebagai penanda anyar komitmen pemerintah daerah setempat untuk meningkatkan kualitas penyelenggaran. Logo baru Tour de Banyuwangi Ijen kali ini terlihat lebih rancak dan dinamis.
"Di antaranya adalah lebih memperkuat paduan antara aspek olahraga, gaya hidup (life style) berbasis budaya lokal, ekonomi, dan pariwisata," imbuhnya.

Pemakaian logo, kata Anas, ini sengaja dipilih lebih modern dan tidak kaku. Hal ini ditujukan agar selalu ada pemicu dinamis dalam setiap penyelengaraan ITdBI.
Untuk menghindari penyalahgunaan pemakaian logo, kini Pemkab Banyuwangi sedang mengurus proses hak paten dan akan didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM. Artinya, pihak-pihak tertentu yang telah bekerja sama dengan Pemkab Banyuwangi-lah yang bisa mendistribusikan secara komersil.
Tak hanya itu sentuhan budaya lokal akan diperbanyak dengan menampilkan berbagai seni-tradisi Banyuwangi di sepanjang rute.
"Secara kualitas seperti marchandise dan otomatis teknis balap sepeda juga akan kami tingkatkan. Mulai dari kualitas peserta pembalap, rute, hingga pengamanan saat berjalannnya lomba," tandas Bupati putra daerah tersebut.
(a2s/krs)











































