Tentu masyarakat Indonesia sangat mengenal nama Rio Haryanto, yang kini memperkuat tim Campos Racing di ajang GP2. Tak cuma Rio, kini ada juga Sean dan Philo Paz Armand yang turun di ajang balap Formula Renault 3.5
Sean sendiri memperkuat Tim Jagonya Ayam with Carlin sementara Philo bersama Pons Racing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terlebih kendala sponsor juga kerap dihadapi oleh para pebalap Indonesia selain tentunya regulasi-regulasi yang ketat. Contoh saja ada minimal usia 18 tahun untuk seorang driver bisa turun di balapan F1. Selain itu, ada beberapa syarat lainnya yang harus dipenuhi seperti harus lolos ujian FIA International Sporting Code dan regulasi F1.
Syarat lainnya, memenuhi 80 persen race selama dua musim penuh balapan level junior. Dengan catatan, bisa mengumpulkan 40 poin kualifikasi selama tiga tahun balapan di level junior.
Menyikapi hal ini, Sean mengaku memang sulit untuk pebalap Indonesia atau bahkan di negara-negara lain untuk bisa masuk F1. Tapi setidaknya dengan adanya tiga pebalap lokal yang tampil di Eropa, itu membuktikan bahwa Indonesia pun bisa bersaing di level internasional.
"Saya sendiri sangat senang dengan adanya tiga pebalap Indonesia di level Eropa. Ini artinya level pebalap Indonesia sudah naik," ujar Sean dalam acara jumpa pers di KFC Gunawarman, Jakarta, Kamis (2/4/2015).
"Saya berharap makin banyak pebalap Indonesia yang bisa mentas agar kian mengharumkan nama Indonesia. Sebab banyak negara punya lebih dari satu pebalap di setiap ajang. Indonesia pun harusnya bisa dan nantinya kami bisa bersaing secara sehat di sana," lanjutnya.
(mrp/mfi)











































