96 Atlet jadi Korban Tsunami
Minggu, 13 Feb 2005 16:08 WIB
Jakarta - Data terakhir yang diterima KONI Pusat menyebutkan 96 atlet baik dari Aceh maupun Sumatra Utara menjadi korban musibah tsunami yang terjadi Desember lalu.Dijelaskan ketua tim KONI untuk tsunami Hendardji menjelaskan bahwa dari hasil rapat verifikasi jumlah korban atlet, Jumat (11/2) diketahui total 96 atlet daerah hilang atau meninggal akibat tsunami. Jumlah tersebut bagian dari 247 korban yang merupakan para pelaku olahraga seperti pengurus daerah, pelatih, wasit, juri dan sanak keluarganya.Karate menjadi cabang olahraga terbanyak yang kehilangan atletnya yakni 55 orang, disusul catur 9 orang, anggar (7), tinju (6), sepakbola (5), pencak silat (4), voli (3), panahan (2), angkat besi (2), bulutangkis(1),tarung derajat (1), dan atletik (1). Meski demikian belum terdeteksi nama-nama atlet nasional yang menjadi korban. "Paling telat pada Selasa depan, nama-nama atlet yang lebih akurat baru kita terima. Jadi yang baru bisa diumumkan korban atlet 96 orang baik hilang atau meninggal dari 12 cabang," jelas Hendarji kepada wartawan di Gedung KONI Pusat, Sabtu (12/2/2005).Selain atlet, pengurus KONI daerah turut menjadi korban, lima orang pengurus KONI Meulaboh dan satu orang di KONI Sigli. Dalam peninjauannya di Aceh terhitung banyak fasilitas olahraga yang rusak. Total 22 fasilitas GOR rusak berat, diantaranya GOR KONI, GOR IKIP Unsyiah dan GOR IKIP Pidi. Dikarenakan data belum akurat, Hendarji mengaku belum bisa memastikan dana yang dibutuhkan untuk merehabilitasi daerah yang terkena musibah. "Saya belum berani pastikan dana yang dibutuhkan untuk olahraga, namun yang pasti kita akan bekerja sama dengan pemerintah dalam hal ini dengan Menpora," kata Hendarji. Ditegaskan bantuan pasti diberikan apalagi target KONI Pusat adalah memastikan Aceh tetap mengikuti Pra PON 2007 dan PON 2008."Yang pasti Aceh tidak boleh putus dalam kepartisipasiannya di olahraga. Kami targetkan Aceh tetap ikut PON dan pra kualifikasinya. Bukan dispensasi yang kita berikan, tetapi bantuan fasilitas untuk menunjang mereka," tandasnya. (erk/)











































