Para penonton ajang yang sudah masuk kalender Uni Balap Sepeda Internasional (UCI) tak perlu bete menunggu para pebalap mencapai finis. Di etape I kemarin, mereka disuguhi pasar rakyat.
Sajian berbeda diberikan panitia penyelenggara pada etape kedua, Kamis (7/5/2015). Hari ini para penonton bisa menyaksikan atraksi kesenian dari sejumlah sanggar seni. Antara lain, kesenian gandrung, barong, dan kuntulan. Titik start juga menjadi panggung kesenian. Start etape pertama ditampilkan tarian Tembang Pesisiran dan pagi tadi ditampilkan tari Donge Mekar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru kali ini saya mengikuti balapan yang sangat meriah dengan banyak musik dan tarian. Unik. Sangat bagus," ujar Hossein Alizadeh, pebalap asal Iran dari Tabriz Shandari Team.
Pada etape ketiga dan keempat juga rencananya bakal dihelat atraksi kesenian. Pada etape III bakal disajikan tarian Nutu Sari dan Kendang Kempul. Di etape terakhir alias etape empat, tampil tarian Rodath Siliran.
Menurut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Tour de Ijen Banyuwangi memang didesain memadukan antara sport, wisata, dan budaya. Olahraga balap yang memang digemari banyak orang dijadikan sarana untuk mempromosikan wisata alam dan budaya Banyuwangi.
"Jadi Tour de Banyuwangi Ijen ini bukan semata-mata adu cepat balap sepeda, tapi juga merupakan ajang konsolidasi dan promosi wisata alam dan budaya," ujar Anas.
(fem/din)











































