PP Pertina Jaga Momentum Demi Olimpiade 2016

PP Pertina Jaga Momentum Demi Olimpiade 2016

Mercy Raya - Sport
Senin, 22 Jun 2015 19:07 WIB
PP Pertina Jaga Momentum Demi Olimpiade 2016
Suhaimi Abdullah/Getty Images
Jakarta -

PP Pertina mulai bergegas untuk melakukan persiapan menuju Olimpiade 2016. Mereka akan memanggil atlet-atletnya yang akan diproyeksikan untuk mengikuti prakualifikasi Olimpiade di Bangkok.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal PP Pertina, Martinez dos Santos, usai melakukan rapat pra-evaluasi SEA Games 2015 di kantor KONI Pusat, Jakarta, pada Senin (22/6/2015).

Di SEA Games Singapura lalu cabang tinju berhasil satu medali emas, satu perak, dan dua perunggu. Sebelumnya, petinju-petinju Indonesia juga meraih hasil positif di Presiden Cup di Palembang raih dua emas, satu perak, dan tiga perunggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil ini dinilai Martinez membuat timnya semakin percaya diri menuju ke event berikutnya, termasuk menuju pra- Olimpiade 2016 Rio de Janeiro. Ya, meski tak diproyeksikan dapat meloloskan Olimpiade oleh pemerintah, PP Pertina tetap mempersiapkan atletnya menuju pra-kuaifikasi Olimpiade. Dengan harapan bisa meloloskan atletnya.

β€œTentu ini menjadi langkah yang baik buat kami ke event-event berikutnya. Mungkin untuk SEA Games 2017 di Malaysia, Asian Games di Jakarta, bahkan pra-Olimpiade 2016. Jadi ini momentum untuk kami menuju lebih besar lagi,” katanya.

Ada dua event pra-kualifikasi Olimpiade yang ia sudah persiapkan untuk petinjunya. Pertama, Kejuaran Asia khusus putra di Bangkok, Thailand, pada 24 Agustus sampai 3 September, dan kedua, Kejuaraan Asia di China pada awal Agustus mendatang. Sementara untuk pra-Olimpiade akan digelar di Qatar pada 5-18 Oktober.

β€œDalam pekan ini kami akan memanggil para atlet. Kami prioritaskan yang prospek dan telah melalui analisa dan evaluasi dari bagian teknik kami,” ungkapnya.

Martinez sendiri sudah menyiapkan cara untuk menjaga momentum atletnya agar bisa sampai ke pra-Olimpiade.

β€œKalau untuk kualitas petinju Indonesia banyak ya. Tapi persoalannya biasa, selalu anggaran. Anggaran turun dari Kemenpora kalau ada multievent kan. Kalau single event selalu cari sendiri.

"Kami juga butuh pelatih asing yang jangan dikontrak 2-3 bulan, tapi harusnya bisa bertahun-tahun termasuk untuk Asian Games 2018. Dengan begitu kami bisa mulai agar bisa mengontrak pelatih dalam jangka waktu panjang,” paparnya.

Ia pun berani menjanjikan satu dua emas di SEA Games 2018 nanti. β€œYang penting kami diback-up pelatih asing. Kalau tidak ya pasti sulit,” pungkasnya.

(mcy/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads