Pemberian bonus SEA Games resmi diberikan kepada para atlet berprestasi, pelatih, dan asisten pelatih peraih medali di SEA Games 2015 di Kantor Kemenpora, Senayan, Kamis (9/7/2015).
Dibanding dengan pemberian bonus pada edisi-edisi ajang multicabang sebelumnya, pencairan bonus kali ini adalah salah satu yang tercepat. Sebagai gambaran, bonus penghargaan untuk Asian Games 2014, yang berakhir 4 Oktober, diberikan pada 28 November 2014 atau sekitar 55 hari usai berakhirnya ajang tersebut. Bahkan beberapa sisanya baru diberikan pada Desember 2014.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbeda dengan SEA Games tahun ini. Kemenpora cukup berani untuk mengatakan bonus akan diberikan sebelum lebaran dan hal itupun dibuktikan pada hari ini dengan total nominal sekitar Rp 34 miliar.
Atlet Wushu, Lindswell Kwok, mengapresiasi apa yang sudah dilakukan Kemenpora. Meski dikatakan dia percepatan bonus ini sudah sewajarnya dilakukan oleh pemerintah. "Saya pernah merasakan bonus cair seminggu setelah SEA Games selesai. Itu saat SEA Games 2009 -2011. Kalau kemarin-kemarin kan agak terlambat, sekarang belum genap sebulan sudah cair tentu saya senang," kata Lindswell di sela acara pemberian bonus.
Senada dengan Lindswell, peraih medali emas lari nomor 10 ribu meter dan lima ribu meter, Triyaningsih, juga mengungkapkan hal senada. Menurutnya pemerintah sudah membuat aksi nyata dengan pencairan bonus yang tepat waktu.
"Ini jadi awal yang bagus dan bisa memotivasi kami untuk terus berprestasi kepada bangsa dan tanah air," ungkapnya terpisah.
Meski begitu, keduanya sepakat agar terobosan yang dilakukan Kemenpora ini bisa menular ke sektor lain. Salah satunya terkait pengadaan peralatan dan perlengkapan latihan dan tanding, serta dana training camp yang bisa diberikan tepat waktu.
"Memang semestinya pencairan anggaran itu bisa didorong lebih cepat asal ada kerjasama dengan semua pihak. Misalnya bagaimana ketersediaan nomor rekening, yang kedua tanda terima, nama, dan lain sebagainya. Karenanya seandainya kerja sama ini dilakukan oleh semua pihak maka di masa akan datang akan semakin mudah. Pasti tepat waktu," kata Menpora Imam Nahrawi menanggapi terobosan yang ia lakukan soal bonus.
Terkait apakah percepatan anggaran bonus ini bisa juga diaplikasikan untuk pencairan peralatan yang lebih mudah dan cepat, Imam memberikan penjelasan.
"Bedanya kalau peralatan itu harus memenuhi standar atau kualifikasi lelang. Pesertanya yang menang pun harus bertanggung jawab. Sementara bonus ini kan sudah jelas dan persyaratan administrasi saja yang dibenahi," ucap Imam.
"Jadi saya kira bisalah (untuk pencairan peralatan). Tinggal ke depan kita bisa menggunakan e-catalog agar semua lebih transparan dan tidak boleh lagi ada alasan tertentu, yang kemudian sebuah perusahaan enak dan lari dari tanggung jawab seperti yang pernah terjadi," ungkapnya.
"Ya, tahun 2016 ini akan dilakukan. Saya kira itu (e-catalog) ini lebih efektif menurut saya karena semua bisa kontrol. Seperti barang yang dibutuhkan perusahaan apa sehingga kita bisa kontrol," pungkas Imam.
(mcy/cas)











































