Kriteria CdM ke ajang multievent memang berganti-ganti. Sebagai gambaran, Kemenpora mempercayakan CdM kepada seorang pengusaha, Erick Thohir, pada Olimpiade 2012. Tapi, pada Olimpiade sebelumnya, 2008 di Beijing Cdm dijabat oleh purnawirawan TNI AL yang pernah menjabat sebagai wakil Ketua KONI, Rosihan Arsyad.
Pada SEA Games 2015, CdM dipegang Taufik Hidayat. Langkah itu menjadi terobosan karena sebelumnya CdM tak pernah dipilih dari atlet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak harus dari mantan atlet. Siapapun yang punya atensi kemauan dan pengalaman di dalam laga pertandingan di multievent, bisa jadi kriteria," kata Djoko di Jakarta, Jumat (21/8/2015).
"Semua ada plus minusnya. Kalau olahraga murni itu dari mantan atlet. Mereka tahu kondisi pertandingan, tapi tidak terhadap stakeholder yang lain, itu agak terbatas.
"Sementara, dari pebisnis bagus juga dalam konteks mencari sponsor tapi dalam aspek manajemen di lapangan masih kurang, karena belum terlalu terlibat di lapangan. Jadi yang paling pas menurut saya ya berasal dari PB," jelas dia.
(mcy/fem)











































