Di Hari Olahraga Nasional ini, mantan pebulutangkis nasional Johan Wahjudi mengingatkan jika tantangan para pengurus olahraga bukan hanya soal regenerasi dan materi atlet di masa tua.
Kisah mantan pesenam nasional, Amin Iksan, 42, membetot perhatian publik olahraga nasional awal Agustus tahun ini. Rumah digusur, dia juga harus menjalani cuci darah tiga kali dalam sepekan. Amin dilanda sakit ginjal.
Rupanya menurunnya kesehatan mantan pemain tak hanya dialami oleh Amin. Dalam 'reuni' para legenda bulutangkis nasional di Kudus, Jawa Tengah, yang sejatinya merupakan acara audisi umum PB Djarum pekan lalu, terungkap kalau beberapa di antara mereka juga harus bergelut dengan sakit atau cedera yang berkepanjangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Berkaca kepada pengalaman kami sebagai pemain dan sudah pensiun kemudian lama tidak jadi atlet, ada beberapa masalah yang dihadapi oleh teman-teman mantan atlet," kata Johan.
"Soal materi, perhatian pemerintah mulai membaik. Regenerasi juga akan terus jadi masalah klasik. Selain itu, para pengurus olahraga juga harus bisa mengembangkan diri mereka terkait masalah-masalah yang dialami mantan atlet saat ini.
"Kok bisa di masa tuanya para atlet top ini menjadi punya penyakit? Seperti Rudy Hartono yang seorang raja di All England kini mengidap jantung. Liem Swie King yang ditakuti karena smesnya malah mempunyai masalah pada pinggang saat ini? Apakah itu karena pola latihan di masa aktif sebagai atlet atau ada perubahan drastis dalam aktivitas olahraga setelah pensiun.
"Kalau itu diakibatkan pola latihan saat masih jadi atlet maka jadi tantangan para pengurus sekarang untuk mengembangkan pola latihan yang tidak berefek buruk di masa tua," kata pemilik enam gelar All England bersama Tjun Tjun di nomor ganda putra itu.
Johan sendiri mempunyai kenangan manis dalam Hari Olahraga Nasional. Lama menghilang dan tak peduli lagi dengan perkembangan olahraga nasional, khususnya bulutangkis, dia mendekat lagi setelah dihubungi oleh Kemenpora di tahun 2013. Johan mendapatkan predikat pahlawan olahraga dengan sumbangan tiga kali juara Piala Thomas, satu emas Asian Games, dan satu emas SeA Games.
"Sejak itu hati saya tergerak untuk kembali peduli kepada olahraga nasional. Bagaimanapun, saya dulu besar bersama-sama dengan atlet tenis meja, tenis, dan taekwondo di Senayan," kenang dia.
(fem/krs)










































