Harus Dipastikan, Jaminan Masa Depan untuk Atlet

Harus Dipastikan, Jaminan Masa Depan untuk Atlet

Amalia Dwi Septi - Sport
Rabu, 09 Sep 2015 12:47 WIB
Harus Dipastikan, Jaminan Masa Depan untuk Atlet
Ilustrasi: Suhaimi Abdullah/Getty Images)
Jakarta -

Mantan petenis Indonesia Yayuk Basuki memiliki sejumlah harapan di Hari Olahraga Nasional (Haornas), yang jatuh setiap tanggal 9 September. Salah satunya dia meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan penghargaan kepada atlet-atlet nasional berupa jaminan hari tua.

Yayuk mengatakan Haornas kali ini adalah sebagai momentum untuk mengevaluasi peran negara dalam menjamin masa depan atlet. Sebab, menurutnya, jaminan itu sangat penting untuk keberlangsungan hidup atlet itu sendiri di hari tua.

Dia menegaskan penghargaan bagi atlet berprestasi memang sudah dirumuskan dalam UU Sistem Keolahragaan Nasional No.3 Tahun 2005 pasal 86.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karenanya pemerintah harus merumuskan kembali pengharagaan bagi atlet berprestasi. Penghargaan tersebut bisa diberikan kepada atlet peraih medali di ajang Olimpiade dan Asian Games," ujar Yayuk kepada wartawan, Rabu (9/9).

"Dari pagu anggaran yang disediakan sebesar Rp 86 miliar untuk pengembangan penghargaan dan promosi, sudah selayaknya pemerintah mengalokasikan sebagian anggarannya untuk jaminan hari tua para atlet berprestasi."

Menurut wanita berusia 44 tahun itu, penghargaan kepada atlet di hari tua akan berdampak positif bagi kemajuan olahraga nasional. Contoh kecil misalnya pada orang tua, mereka akan lebih tenang apabila anaknya menjadi atlet karena terjamin masa depannya.

"Karena selama ini banyak keluhan dari mereka bahwa masa depan atlet tidak terjamin. Banyak orang tua mengeluh akan menjadi apa anaknya kelak setelah tidak menjadi atlet. Penghargaan tersebut akan menjadi jawabannya," kata dia.

Tak hanya soal jaminan hari tua bagi atlet, Yayuk juga meminta kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan fasilitas olahraga di daerahnya masing-masing. Sebelumnya, banyak venue yang terbengkalai yang dibangun sedemikian mahalnya untuk event tertentu, tetapi setelah itu dibiarkan begitu saja.

"Mengingat banyak venue yang dibangun untuk event nasional dan multinasional tidak terawat paska event tersebut telah berakhir. Saya rasa Pemerintah Daerah juga bisa melaksanakan training on the road sebagai pembinaan atlet di daerah.

"Pada kesempatan ini saya mendorong dana Corporate Social Responsibility (CSR) BUMN diperuntukkan untuk pembinaan cabang-cabang olahraga. Tambahan dana CSR tersebut juga bisa dilakukan untuk pembinaan atlet melalui program orang tua asuh."

Program ini, lanjut Yayuk, sangat bagus untuk mendukung atlet agar mengembangkan kemampuannya dengan melakukan training atau mengikuti pertandingan-pertandingan di luar negeri.

"Sebagai contoh BUMN fokus untuk memegang salah satu cabang olahraga unggulan pendulang medali. Hal tersebut akan sangat berguna demi meningkatkan prestasi dan capaian target medali di berbagai ajang nasional maupun internasional," tambah peraih medali emas di Asian Games 1986 itu.

Yayuk menambahkan yang tak kalah penting saat ini adalah soal persatuan dan pembinaan atlet di setiap cabang olahraga. Dia berharap moment Haornas ini bisa dijadikan kesempatan untuk bersatu kembali bagi cabor-cabor yang masih sibuk dengan dualisme kepengurusannya. Karena menurutnya, semua itu akan berimbas buruk bagi pembinaan atlet.

''Oleh karenanya saya menghimbau pada peringatan Hari Olahraga Nasional ini bisa dijadikan momentum untuk mempersatukan kembali cabang-cabang olahraga yang masih diributkan dengan persoalan dualisme kepemimpinan. Agar pembinaan lebih fokus dan tidak ada tembang pilih atlet didalam event nasional maupun internasional dalam membawa nama Indonesia,'' kata wanita yang juga anggota Komisi X DPR itu.

(ads/a2s)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads