Menpora dan KOI Bahas Logo dan Dana Asian Games 2018 di Sidang OCA

Menpora dan KOI Bahas Logo dan Dana Asian Games 2018 di Sidang OCA

Mercy Raya - Sport
Jumat, 11 Sep 2015 13:20 WIB
Menpora dan KOI Bahas Logo dan Dana Asian Games 2018 di Sidang OCA
Jakarta -

Menpora Imam Nahrawi bersama Ketua Umum KOI Rita Subowo sedang menuju Turkmenistan untuk menghadiri kongres Olympic Council Asia (OCA). Perkembangan persiapan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 akan disampaikan.

Ada tiga hal yang akan dinegosiasikan pihak Indonesia kepada OCA, yaitu nama kota Asian Games 2018 di logo resmi, dana 30 juta dolar AS (dana broadcasting), serta usulan memasukkan paragliding (paralayang) sebβ€Žagai tambahan cabang olahraga yang dipertandingkan di event tersebut.

Usai meluncurkan logonya di Istora, Senayan, pada Rabu (9/9/2015) kemarin. Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah untuk memasukkan dua nama kota yang menjadi tuan rumah Asian Games, yaitu Jakarta dan Palembang. Dua nama itu penting dimasukkan karena keduanya sama-sama tuan rumah dan masuk dalam Host City Contract (HCC).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam sejarah Asian Games, hanya satu kota yang dicantumkan ke dalam logo resmi.

"Makanya kami akan jelaskan ini kepada Presiden OCA. Mumpung di gambar logo itu belum ada namanya, maka kami akan bawa ke kongres OCA untuk membahas hal itu," kata Rita.

"Karena memang memasukkan dua nama dalam title Asian Games itu baru. Dan selama ini Asian Games selalu satu kota. Jadi artinya harus ada aturan yang dirubah," tambanya.

Pengecualian ini, dilanjutkan Rita, karena mulai Olimpiade 2020 boleh dilaksanakan di dua negara. "Jadi kenapa beberapa kota tidak boleh? Itu argumen yang akan kita pakai nanti saat negosiasi di sana (Turkmenistan)."

Tak hanya penamaan, Rita juga akan bernegoisasi soal dana 30 juta dolar AS yang peruntukkan sebagai uangβ€Ž broadcasting. Sebelumnya dana ini dipermasalahkan oleh Komisi X DPR RI.

"Kami akan mengatakan kalau saat ini Indonesia sedang dalam situasi sulit, sementara waktu yang ada juga semakin mepet," sahut Rita.

"Kami akan negosiasi dan melobi mereka (OCA) supaya lebih mempermudah Indonesia di dalam melaksanakan Asian Games, tapi dengan kualitas yang sama dengan kualitas Asian Games sebelumnya."

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads