Menpora Belum Pastikan Siapa Jadi Kasatlak Prima yang Baru

Menpora Belum Pastikan Siapa Jadi Kasatlak Prima yang Baru

Mercy Raya - Sport
Senin, 14 Sep 2015 15:50 WIB
Jakarta - Sejak akhir Agustus lalu fit and proper test untuk calon Kasatlak Prima sudah selesai dilakukan, tetapi sejauh ini belum yang ditunjuk untuk posisi itu. Hal itu dikarenakan Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi disebut masih memilih yang pas.

Uji kelayakan untuk mengisi posisi tersebut telah dilakukan pada 28 Agustus lalu, atau nyaris dua bulan lalu. Ada tujuh calon kasatlak baru yang menjalani fit and proper test itu.

Dari uji kelayakan tersebut tiga nama yang dinilai terbaik akan disodorkan paling atas, dengan empat nama lain tetap diberikan data-data lengkapnya kepada Menpora.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita sebenarnya tinggal menunggu kepastian dari Pak Menteri, harapan saya sesegera mungkinlah," kata Dewan Satlak Prima Djoko Pekik Irianto ketika ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (14/9/2015).

"Kami (penguji fit and proper test) sudah sodorkan nama dengan berbagai pertimbangan. Tiga nama sudah kami sodorkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing calon Kasatlak Prima, sedangkan empat yang lain kami juga berikan data-datanya juga. Mungkin beliau masih memilih mana yang pas formulasinya untuk menuju multievent, terutama 2018 dengan formulasi sekarang," papar pria yang juga menjabat sebagai Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora tersebut.

Belum terpilihnya Kasatlak Prima yang baru tak menyurutkan Satlak Prima untuk menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) di Manado, 15-18 September mendatang. Djoko mengungkapkan, hal itu tidak akan berpengaruh dengan program yang akan dihasilnya di Rakornis.

"Saya kira begini, satlak itu sebenarnya sebuah sistem, tentu nanti kami memberikan direction. Yang pasti ada tiga event besar di depan yaitu Olimpiade 2016 dengan harapan bisa lolos lebih banyak atlet dan bawa dua medali emas, SEA Games Malaysia 2017 dengan target berada pada peringkat dua, lalu Asian Games 2018 Indonesia bisa berada di peringkat 10. Sehingga bagaimana nanti prima ini bisa menjabarkan apa yang menjadi directing kami dengan kondisi yang olahraga kita alami sekarang ini. Kalaupun ada perubahan struktur saya kira tetap tidak akan berubah," ujarnya.

Sebaliknya, hasil dari Rakornis itu mungkin saja berpengaruh pada parameter atlet yang bakal masuk dalam pelatnas Prima. "Saya pikir bisa saja. Yang utama segera dilakukan adalah siapa pun Kasatlaknya nanti adalah tentang parameter atlet yang masuk di pemusatan latihan. Atletnya siapa, norma parameternya bagaimana? Itu ditegaskan sehingga tidak ada lagi bicara soal, 'Pak ini kok yang harusnya tidak masuk tetapi malah dimasukkan'. Kemudian tentang kuota, sekali lagi kuota adalah batas kemampuan administratif. Katakanlah seribu, engga harus seribu yang dimasukkan. Idenya seperti itu. Jadi jangan dipaksakan," beber Djoko.

(mcy/krs)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads