Rosan menggantikan Adang Darajatun yang telah dua periode duduk di kursi kepemimpinan PABBSI itu. Munas sendiri dihadiri 27 Pengrov PABBSI dari 33 Pengprov yang menjadi anggota. Sedangkan Pengprov yang tidak hadir adalah Sumatera Selatan, Riau, Lampung, Sulawesi Barat, NTT, dan Maluku.
Rosan Roeslani menjadi calon tunggal karena hingga pelaksanaan Munas, tim penjaring yang dibentuk oleh PABBSI hanya menerima pendaftaran satu calon kandidat ketua umum. Akhirnya keputusan aklamasi disahkan oleh Pimpinan Sidang Sugeng Muhdar dari Kalimantan Timur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini adalah tantangan berat bagi saya. Ketika saya masuk ke PABBSI, Pak Adang Darajatun dan kawan-kawan telah membuat brench marking bahwa olahraga ini levelnya sudah mendunia. Harapan saya minimal mempertahankan prestasi ini dan maksimal mencetak prestasi yang lebih baik lagi," kata pria yang juga pengusaha itu.
Sebagai ketum yang baru, Rosan Roeslani juga berjanji akan melakukan road show ke daerah anggota PABBSI, untuk melihat sejauhmana pembinaan yang telah dilakukan oleh daerah selama ini.
"Dalam acara silahturahmi itu saya tidak hanya berkunjung kepada pengurus daerah saja. Tapi juga komunitas angkat besi, binaraga, dan angkat berat agar lebih akrab dan mengetahui apa yang menjadi kendala pembinaan di daerah. Tinggal waktunya dijadwalkan saja," ungkapnya.
Ia mengatakan road show akan dimulai dari Kalimantan Tengah hingga 26 Pengprov yang menjadi anggota akan disambanginya.
"Jika semua kendala yang ada di daerah sudah terinventarisir. Saya siap membantu solusinya," paparnya.
Secara terpisah, mantan ketum PABBSI sebelumnya, Adang Darajatun, menilai Rosan adalah figur ketum muda yang energik dan profesional. Ia optimistis tradisi medali Olimpiade tetap dipertahankan.
Sementara itu ketum yang baru juga telah membentuk tim formatur yang terdiri dari Robie De Fretes mewakili wilayah timur, Rosehan (Kalsel), Agus Winarto (Jateng), Djoko Pramono (PABBSI).
(mcy/mrp)











































