Berpacu dalam Kabut Asap

Tour de Singkarak 2015

Berpacu dalam Kabut Asap

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Senin, 05 Okt 2015 01:50 WIB
Berpacu dalam Kabut Asap
detiksport/Rifqi Ardita
Solok -

Kabut asap cukup pekat menyelimuti Etape 2 Tour de Singkarak 2015. Pebalap Indonesia Aimah Cahyadi mengaku cukup terganggu, tapi ternyata sejumlah pebalap asing tak terlalu mempermasalahkan.

Etape 2 Tour de Singkarak mengambil rute Padang Pariaman ke Danau Singkarak, Solok. Pebalap Iran Amir Zargari dari tim Pishgaman Giant sukses menjadi juara dan berhak atas Yellow Jersey.

Di etape ini, tantangan terberat pebalap adalah melalui tanjakan King of Mountain kategori 1 di Panorama. Selain karena terjal dengan ketinggian 1.002 mdpl, tanjakan makin menuntut usaha keras mengingat berada di 48 km terakhir dari total 140 km. Dengan kata lain, pebalap sudah memasuki tahap akhir balapan di mana stamina juga sudah cukup terkuras.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kian berat untuk para pebalap karena kabut asap cukup pekat menyelimuti trek menanjak tersebut. Setidaknya mulai dari memasuki tanjakan ke Panorama sampai garis finis, asap malah bertambah pekat.

Hal ini diakui pebalap Indonesia Aiman Cahyadi cukup mengganggu. Dia merasa sedikit kesulitan bernafas saat harus melalui tanjakan.

Sementara juara etape 2 Amir Zargari justru mengaku tak terlalu bermasalah. Pebalap asal Iran itu mengungkapkan bahwa di tempat asalnya, Teheran, kondisinya masih lebih buruk lagi.

"Mungkin bagi saya tidak ada masalah. Karena saya tinggal di Teheran dan di sana lebih buruk dari sini kondisinya. Tapi mungkin para pebalap lainnya punya sejumlah masalah dengan nafas karena asap ini," ujar Zargari kepada para wartawan usai balapan.

"Tapi ini jelas tidak bagus untuk para pebalap karena saat Anda mengayuh dengan sangat keras, Anda bernafas mungkin 100 kali lebih banyak daripada orang normal. Jadi terkadang ini jadi masalah untuk sejumlah pebalap," imbuhnya.

Sedang Sho Hatsuyama yang meraih gelar 'Raja Tanjakan' mengaku cukup khawatir dengan kabut asap yang ada. Tapi dia menilai kondisinya tak terlalu buruk karena hawa sepanjang Etape 2 tak terlalu panas.

"Saya khawatir dengan asapnya, tapi di sini temperaturnya tidak terlalu tinggi. Jadi bagi saya ini masih lebih baik," katanya.

Asap diperkirakan masih akan menyelimuti berlangsungnya Tour de Singkarak 2015. Etape 3 yang mengambil rute Sijunjung-Dharmasraya, Senin (5/10/2015) bahkan diprediksi bakal diselubungi asap lebih pekat.

(raw/din)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads