Pemain Timnas Putri Iran yang Minta Suaka di Australia Bertambah

Pemain Timnas Putri Iran yang Minta Suaka di Australia Bertambah

Bayu Baskoro - Sepakbola
Rabu, 11 Mar 2026 03:30 WIB
5 Pemain memutuskan cabut dari kamp latihan Timnas Putri Iran pada Senin (9/3) pagi waktu setempat. Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh dan Mona Hamoudi kabur mencari suaka ke safety house di Australia.
Pemain Timnas Putri Iran yang meminta suaka ke Australia. (Foto: dok. Twitter/@Tony_Burke)
Sydney -

Pemain Timnas Putri Iran yang meminta suaka di Australia bertambah. Satu penggawa The Lionesses bertahan di Negeri Kanguru setelah mendapat pesan dari ibunya.

5 Pemain Timnas Putri Iran meninggalkan kamp latihan tim usai tersingkir dari Piala Asia Wanita pada Senin (9/3/2026). Kelimanya kabur ke safety house untuk meminta suaka kepada tuan rumah Australia.

Fatemeh Pasandideh, Zahra Ghanbari, Zahra Sarbali, Atefeh Ramazanzadeh, dan Mona Hamoudi mendapat penampungan dari pemerintah Australia. Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberikan visa kemanusiaan kepada kelima pemain tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami bersedia memberikan bantuan kepada anggota tim lainnya, mengingat ini adalah situasi yang sangat sensitif, dan itu terserah mereka. Namun kami katakan kepada mereka, jika Anda menginginkan bantuan kami, bantuan ada di sini, dan kami akan memberikannya," kata Albanese selama konferensi pers hari Selasa (10/3).

ADVERTISEMENT

Kelima pemain Timnas Putri Iran meminta suaka karena khawatir akan keselamatan diri mereka di kampung halaman. The Lionesses dicap 'pengkhianat' oleh rezim berkuasa Iran setelah menolak menyanyikan lagu kebangsaan saat pertandingan pertama Piala Asia Wanita 2026 kontra Korea Selatan.

Menukil VOA Farsi, pemain Timnas Putri Iran yang memilih bertahan di Australia dan meminta suaka bertambah. Kali ini winger Golnoosh Khosravi yang enggan terbang ke kampung halamannya.

Khosravi memutuskan tinggal di Australia setelah mendapat pesan dari ibunya di Iran. Dia diminta tidak balik ke Iran demi keselamatan dirinya.

Video Khosravi dikelilingi para penggemar di bandara Gold Coast viral di media sosial. Fans bersorak dan bertepuk tangan setelah gadis berusia 24 tahun ini memilih bertahan di Australia.

Rombongan pemain Timnas Putri Iran lainnya tetap terbang meninggalkan Australia menuju Kuala Lumpur pada Selasa malam. Mereka tak bisa melanjutkan perjalanan menuju Iran dengan pesawat terbang, menyusul serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran, dan mencari rute alternatif untuk kepulangan lebih cepat.




(bay/nds)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads