Ujian Tanjakan Ekstrem di Etape 4

Tour de Singkarak 2015

Ujian Tanjakan Ekstrem di Etape 4

Rifqi Ardita Widianto - Sport
Selasa, 06 Okt 2015 06:33 WIB
Ujian Tanjakan Ekstrem di Etape 4
Sawahlunto -

Setelah dimanjakan trek landai pada Etape 3, para pebalap bakal menemui tantangan tanjakan di Etape 4. Tak tanggung-tanggung, tanjakan Hors Categorie (HC) yang menunggu.

Etape 4 akan berlangsung Selasa (6/10/2015) pukul 09.00 WIB, mengambil titik ceremonial start di Desa Taman Segitiga, Sawahlunto. Garis finisnya berada di Kantor Bupati Solok Selatan, dengan jarak lintasan 163,5 km.

Jika di Etape 3 treknya berkarakter kencang, yakni penuh tantangan sprint dan tanpa titik King of Mountain, maka di Etape 4 lebih dominan tanjakan. Ada tiga titik King of Mountain dan dua titik Sprint di tahap ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selepas start, balapan sesungguhnya dimulai setelah 9,5 km tepatnya di area Pasar Sawahlunto. Hanya berjarak dua kilometer, para pebalap akan langsung menghadapi titik King of Mountain pertama di area Panorama. Berketinggian 340 mdpl, tanjakan ini berada di kategori empat atau yang paling rendah.

Tanjakan ini jadi pemanasan untuk para pebalap sebelum ke ujian yang sesungguhnya. Di kilometer 51, mereka harus melalui tanjakan kategori HC yang berada di Lembang Jaya dengan ketinggian 1.400 mdpl.

Kategori HC sendiri secara harfiah berarti di luar kategorisasi. Di balap sepeda sendiri ada empat angka untuk mengelompokkan level tanjakan, satu untuk yang terberat dan empat untuk yang paling ringan. Nah, kategori HC sendiri dinilai punya tingkat kesulitan di atas kategori satu.

Selepas tanjakan tersebut, para pebalap akan melalui jalan menurun dan menghadapi titik Sprint pertama yakni di Surian. Treknya akan terus menurun, sampai ke titik Sprint kedua di Muara Labuh.

Setelah itu, tanjakan ketiga sudah menanti. Titik King of Mountain kategori dua berketinggian 943 mdpl, jadi ujian terakhir 13,5 km sebelum garis finis di Solok.

Pebalap-pebalap Iran diperkirakan masih akan dominan, mengingat mereka dikenal tangguh di trek tanjakan. Amir Zargari sementara masih memuncaki klasemen pebalap. Pebalap Pishgaman Giant ini sendiri merupakan pebalap bertipe climber alias jago tanjakan.

(raw/cas)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads