Kongres KOI Diharapkan Jujur, Demi Hasilkan Pengurus Kompeten

Kongres KOI Diharapkan Jujur, Demi Hasilkan Pengurus Kompeten

Mohammad Resha Pratama - Sport
Sabtu, 31 Okt 2015 18:12 WIB
Kongres KOI Diharapkan Jujur, Demi Hasilkan Pengurus Kompeten
Jakarta -

Hari ini Komite Olahraga Indonesia (KOI) mengadakan pemilihan Ketua Umum yang baru. Menpora Imam Nahrawi mengharapkan, pemilihan berlangsung adil agar menghasilkan pengurus yang kompeten.

Imam menilai bahwa kongres KOI kali ini bisa jadi jembatan untuk menyongsong kejayaan olahraga Indoesia di masa mendatang. Namun, syaratnya pemilihan harus berlangsung demokratis dan bebas dari politik uang.

"Ini adalah kongres yang penting, bersejarah, dan pasti akan menyatukan tekad bagi olahraga Indonesia. Saya meyakini kongres ini tidak hanya memilih pengurus, tapi ada suatu niat untuk mengembalikan harkat martabat Indonesia. Tidak hanya menyambuat Asian Games atau Olimpiade, tapi kejayaan olahraga Indonesia," ujar Imam di acara pembukaan Kongres KOI di Sheraton Hotel Gandaria City, Jakarta, Sabtu (31/10/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Imam, hadir juga Ketum KOI incumbent Rita Subowo dan jajarannya, Ketua Komisi X Teuku Riefky Harsya, Kasatlak Prima Ahmad Sutjipto, Dewan Kehormatan KOI, Ketua Umum PB-PP, dan para tamu undangan lainnya.

Lebih lanjut, Imam menilai kongres ini juga mendapat sorotan dari para atlet, sebab bakal jadi penentu nasib untuk mereka jelang perhelatan dua event besar, Olimpiade 2016 dan Asian Games 2018.

"Hari ini mereka sedang menyaksikan apa yang terjadi dalam forum ini. Berilah kenangan yang terbaik dan termanis. Saya tidak mau forum ini tercoreng dan dipandang tidak elok oleh para atlet. Kongres ini harus jujur, tidak ada money politic, dan bersih. Inilah harapan dari pemerintah," sambungnya

Sementara itu, Ketua KOI Rita Subowo mengatakan, meski terjadi perbedaan pendapat dalam satu organisasi, hendaknya semua anggota KOI tidak melupakan sejarah.

"Siapa pun yang terpilih, sudah pasti akan terjadi regenerasi, harus kita dukung bersama," tutur Rita.

Sampai berita ini diturunkan, kongres masih berlangsung hingga pukul 21.00. Setelah Muddai Maddang mundur dari bursa pencalonan ketum, kini tinggal Presiden Inter Milan Erick Thohir dan Sekjen KONI Pusat FH Effendi yang bertarung untuk memprebutkan kursi nomor satu KOI.



(mrp/roz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads