Dicari Ketua Umum KONI yang Mampu Kembalikan Prestasi Olahraga!

Dicari Ketua Umum KONI yang Mampu Kembalikan Prestasi Olahraga!

Mercy Raya - Sport
Selasa, 24 Nov 2015 17:27 WIB
Dicari Ketua Umum KONI yang Mampu Kembalikan Prestasi Olahraga!
detikSport/Rengga Sancaya
Jakarta -

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) berharap bursa pencalonan ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) periode 2015-2019 ramai. Sehingga, muncul pemimpin baru yang lebih segar.

Faktanya, empat hari menjelang digelarnya Musyawarah Olahraga Nasional KONI di Jayapura, Papua, 28-30 November, hanya ada satu bakal calon pada bursa pencalonan ketua umum KONI Pusat, yaitu Tono Suratman.
Β 
Tono memastikan siap dicalonkan lagi setelah mengembalikan formulir bakal calon ketua umum. Dalam upayanya untuk menjabat kali kedua itu dia didampingi sejumlah pendukungnya di Sekretariat Tim Penjaringan dan Penyaringan Calon Ketua Umum KONI Pusat di lantai 2 Hotel Atlet Century, Jakarta, pada 19 November, atau hari penutupan pendaftaran, pada pukul 11.00 WIB.

Hingga jam dan hari terakhir pendaftaran bakal calon ketua umum KONI Pusat pada pukul 16.00 pada 19 November tak ada tambahan nama. Situasi itu menjadi perhatian Kemenpora.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami harapkan Musornas KONI Pusat nanti bisa mendapatkan tokoh baru. Kemarin Satlak Prima saja bisa ganti nakhoda, KOI ternyata juga ganti. Kalau misalnya KONI tidak ada pergantian, yang ada hanya figur lama, ya kami hormati dan kami kembalikan pada para voter," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, di Kantor Kemenpora, Selasa (24/11/2015).

"Idealnya dalam sebuah pemilihan memang harusnya ada lebih dari satu calon supaya pemilihan lebih kompetitif. Seperti saat pemilihan calon Ketum KOI kemarin, ada tiga calon yang bersaing, yakni kubu Erick Thohir, kubu Muddai Madang, dan kubu E.F Hamidy.

"Kami tidak ada niat untuk menghadirkan satu lagi dengan versi pemerintah. Kami tidak ingin dianggap intervensi," tambahnya.

Hanya saja Gatot tak sependapat jika minimnya peminat posisi ketua umum KONI dikarenakan pamor KONI sudah menurun di mata publik.

"Sejauh yang saya tahu ada beberapa nama yang ingin mencalonkan diri jadi ketua, tapi terbentur dengan beberapa ketentuan yang ada. Sehingga ibarat tembok, mental," ucap Gatot.

"Tapi kalau kemudian tidak ada yang mencalonkan karena dianggap prestasi olahraga Indonesia sedang buruk, justru itu harusnya menjadi tantangan bagi para calon. Bisa enggak mengembalikan dari kondisi buruk menjadi lebih baik. Karena bantuan dari pemerintah tidak sedikit loh," jelas dia.

Lebih dari itu, Gatot berharap, pada pemilihan yang berlangsung di Jayapura nanti, para anggota KONI bukan semata-mata hanya memilih ketua, tapi harus mencari calon ketua umum yang peduli terhadap olahraga Indonesia. Selain itu, mampu bekerja sama dengan stakeholder olahraga bukan malah berseteru.Β 

(mcy/fem)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads