Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono membuka Kejurnas II Yong Moo Do KASAD Cup V di GOR CLS Kertajaya Surabaya. Mulyono berharap, olahraga beladiri tersebut dapat diterima masyarakat umum dan dipertandingkan di PON maupun SEA Games.
Yong Moo Do sendiri lebih umum di kalangan digunakan di kalangan TNI AD. Yong Moo Do berbeda dengan Taekwondo. Kendati sama-sama berasal dari Korea Selatan, Yong Moo Do juga mengandalkan bantingan dan kuncian, berbeda dengan Taekwondo yang lebih banyak mengandalkan tendangan.
"Yong Moo Do ini kita adopsi dari Korea Selatan. Yong Moo Do ini harus memiliki stamina tinggi, kecepatan dan ketepatan, sehingga ini cocok dan dibutuhkan prajurit," kata Jenderal TNI Mulyono usai membuka Kejurnas Yong Moo Do yang diikuti 19 kontingen jajaran TNI AD serta 8 pengurus daerah provinsi se-Indonesia, Minggu (13/12/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di internal TNI AD, Yong Moo Do ini sebagai bela diri militer, untuk meningkatkan kemampuan profesional TNI AD. Yong Moo Do ini sangat keras dan penuh tantangan," terangnya sambil menambahkan, kejurnas ini juga sebagai sosialisasi ke masyarakat umum, agar bisa mengikutinya.
"Kami berharap, Yong Moo Do lebih dikenal masyarakat luas dan meramaikan olahraga serta seni bela diri di tingkat nasional," katanya.
"Harapan ke depan, tidak hanya di jajaran TNI AD saja, tapi juga berkembang hingga ke daerah-daerah. Dan menjadikan Yong Moo Do masuk sebagai cabor yang dipertandingkan di PON maupun SEA Games," tandasnya.
(roi/roz)











































