Daud dipastikan akan kembali naik ring 5 Februari 2015. Dia akan bertanding di Balai Sarbini Convention Hall, Jakarta, menghadapi petinju Jepang, Yoshitaka Kato. Mereka akan memperebutkan title WBO Asia Pasifik di kelas ringan (61,2 kg), dengan Daud berstatus sebagai juara bertahan. Di badan tinju dunia tersebut Daud saat ini menempati peringkat keempat, sedangkan Kato nomor 15.
Daud sangat antusias dengan pertandingannya nanti, terlebih setelah dia dua kali batal bertanding. Untuk memenuhi target meraih kemenangan mutlak, analisa terhadap kemampuan lawan sudah dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal gaya bertarung, Daud mengakui punya kesamaan dengan Kato, yakni sama-sama tipikal petinju yang selalu menyerang dan jarang melakukan rangkulan. Namun, ada satu sisi kelemahan lawan yang dianggap Daud bisa menjadi peluangnya untuk bisa memenangkaan pertandingan.
"Petinju dengan tipikal fight itu cenderung terbuka. Artinya risiko untuk kalah KO atau menang KO itu sangat tinggi. Karena akan banyak jual beli pukulan dan sehingga risiko KO itu tinggi. Nah, momentum yang kami dapatkan dalam memukul ini yang akan saya pelajari di Bali nanti bersama Craig," ucapnya.
"Dari analisa saya saat melihat rekaman, lawan (Kato) itu memiliki kecepatan yang bagus. Tapi peluang saya untuk bisa pukul lawan adalah di bagian perut, karena saat itu biasanya lawan cenderung pasif. Jadi strategi saya dan Craig adalah melatih apa yang menjadi peluang saya untuk kalahkan Kato," lanjut dia.
Untuk antisipasi kecepatan dan agresivitas lawan, Daud sudah menyiapkan antisipasi.
"Ya, saya harus melakukan lebih banyak gerakan kepala, lebih intens kiri dan kanas. Harus inisiatif lebih dulu. Tapi kembali lagi, semua hasil analisa saya tentu akan disesuaikan dengan strategi yang disiapkaan Craig karena dia yang melatih saya,” pungkasnya.
(mcy/din)











































