GBK Akan Direnovasi, Kantor Cabor Harus Pindah Sementara

GBK Akan Direnovasi, Kantor Cabor Harus Pindah Sementara

Mercy Raya - Sport
Rabu, 23 Des 2015 16:02 WIB
Jakarta - Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK) terus mengebut persiapan jelang renovasi untuk Asian Games 2018. Mereka berencana mengirimkan surat imbauan pindah sementara kepada seluruh pengurus pusat/pengurus besar cabang olahraga pada awal Januari 2016.

Demikian disampaikan Direktur Pembangunan dan Pengembangan Usaha PPK GBK, Raja Parlindungan Pane kepada detikSport, Rabu (23/12/2015).Β Ia mengatakan, pihaknya menindaklanjuti imbauan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) kepada para pengurus pusat cabang olahraga yang berkantor di kawasan GBK, agar segera berbenah untuk pindah sementara.

"Surat akan dikirim dalam waktu dekat, ya minimal awal Januari. Tapi secara lisan sebenarnya kami sudah memberitahukannya sejak kemarin-kemarin," kata Raja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada belasan kantor cabor maupun tempat pemusatan latihan yang aktif di kawasan GBK, di antaranya karate, loncat indah, renang indah, angkat besi, wushu, dan sepakbola. Berkantor pula Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta sejumlah sarana dan fasilitas lain.


"Tentu kami inginnya bisa terakomodir dengan baik, supaya jangan terganggu pelatnasnya. Tapi jangan juga sampai menanggu renovasi. Makanya Februari paling lambat area GBK sudah clear semua," tukas Raja.


Pengelola GBK pun berharap semua pihak bisa memahami terkait rencana ini. Sebab, renovasi itu membutuhkan pekerjaan yang serius dan cepat, terlebih waktu yang tersisa tinggal tiga tahun lagi. Jadi harus dikerjakan sesuai jadwal.

"Jika pemerintah mengatakan bulan Maret, eksekusinya ya diharapkan benar-benar sesuai jadwal. Karena kalau molor lagi, Indonesia bisa ditegur Olympic Council of Asia (OCA). Apalagi OCA bakal datang lagi pada Januari 2016. Mereka tentu akan mengecek semua kesiapan kita, tidak hanya GBK, tapi Kemayoran dan lokasi lainnya," kata pria yang juga menjabat sebagai Komisi Sport and Environment KOI ini.

(mcy/a2s)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads