Richard Sam Bera Anggap Ada Angin Segar di Balik Target Wapres JK

Richard Sam Bera Anggap Ada Angin Segar di Balik Target Wapres JK

Femi Diah - Sport
Minggu, 27 Des 2015 13:55 WIB
Richard Sam Bera Anggap Ada Angin Segar di Balik Target Wapres JK
detikSport/Femi Diah
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla minta Indonesia bukan cuma sukses menyelenggarakan Asian Games 2018, melainkan juga berprestasi dengan masuk 10 besar. Ketua Asosiasi Olimpian Indonesia (IOA) Richard Sam Bera menyambut positif pernyataan itu.

Menurut mantan perenang kebanggaan Indonesia tersebut pernyataan wapres, yang ingin agar Indonesia berprestasi sebagus mungkin di Asian Games 2018, merupakan sinyal keseriusan pemerintah mendukung pembinaan atlet.

"Kami menangkap apa yang disampaikan Wapres JK tadi--harus sukses prestasi dan penyelenggaraan--sebagai komitmen riil pemerintah terhadap olahraga, bukan sekadar political will tapi action. Salah satunya tidak ada lagi cerita keterlambatan dana," kata Richard di sela-sela peluncuran logo dan maskot Asian Games 2018 di Jakarta, Minggu (27/12/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selama ini, faktanya keterlambatan dana menjadi faktor yang sangat mempengaruhi pembinaan olahraga. Kami harap sih di tahun 2016 dan berikutnya ada koordinasi dengan Satlak Prima. Seperti saat ini atlet mempunyai harapan tinggi menghadapi Asian Games, tapi mereka juga mengerem antusiasme itu karena ada kekhawatiran pelatnas tak lancar dan yang sejenisnya."

"Kami ingin menyampaikan persiapan atlet itu harus jauh-jauh hari. Tolong difokuskan persiapan atlet menuju Asian games mulai sekarang jangan menunggu 2017. Menghadapi Asian Games persiapan atlet harus multiyears. Beberapa negara bahkan sudah mulai sejak beberapa tahun lalu," jelas dia.

Di sisi atlet, IOA juga tak akan tinggal diam. Mereka akan menyokong kerja PB dan Satlak Prima lewat jalur nonteknik terhadap atlet.

"Kami akan turut mengawasi perkembangan performa atlet lewat hasil-hasil kejuaraan yang diikuti mereka. Di Olimpiade Rio, SEA GAmes dan kejuaraan-kejuaraan dunia yang diikuti," beber Richard.

"Selain itu kami memberikan dukungan riil kepada atlet lewat sisi nonteknis. Seperti kemampuan bahasa Inggris dan pelatihan mental. Kami ingin para atlet tampil di Asian Games dengan lebih percaya diri," ujarnya.



(fem/krs)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads