Sorotan terhadap ketidakseriusan Indonesia menyiapkan diri sebagai tuan rumah Asian Games memuncak usai peluncuran logo dan maskot di Jakarta, 27 Desember. Desain Drawa yang dipilih sebagai maskot dinilai jadul dan tak hidup.
Kritikan pun meluncur dari publik. Bahkan ada yang rela membuat sayembara independen sebagai cara untuk menyindir kemenpora. tak sedikit yang mengaitkan desain Drawa itu dengan buruknya manajemen persiapan Asian Games
Baca Juga: Maskot Dikritik, Tanda Manajemen Asian Games Tidak Siap
Faktanya, urusan masterplan, rencana induk, juga soal Intruksi Presiden (Inpres) belum sepenuhnya beres. Praktis Indonesia hanya menyisakan waktu sekitar 2,5 tahun lagi, mulai sekarang sampai test event Asian Games pada Oktober 2017.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Persiapan infrastruktur lain jalan, persiapan Satlak Prima dengan atletnya juga jalan, revisi Drawa juga jalan, Palembang juga jalan. Ini sekaligus menepis beragam komentar apakah akan mengganggu persiapan? itu enggak. Semua sudah ada Satgasnya (Satuan Tugas) dan kompeten untuk menjawab masalah itu.
"Soal sampai mana tahapan saat ini saya jawab: rapat saja baru besok pagi. Tapi apapun itu pelaksanaan fisik tidak mungkin dilakukan tanpa administrasi. Tempo hari pun saya sudah katakan, jika fisik baru bisa dilakukan Maret-April, bukan Januari.β
Dengan lambannya persiapan, Kemenpora masih optimistis semua selesai pada waktunya.
"Bisa. Bukan hanya enam bulan sebelum pertandingan Asian Games 2018, tapi satu bulan sebelum test event Asian Games Oktober 2017 pun, OCA sudah pernah mengatakan jika pembangunan fisik harus selesai semua, termasuk velodrome dan wisma atlet," ucap Gatot.
βJadi enggak ada cerita nonton Piala Dunia Brasil, kick off, 13 Juni kemudian di beberapa stadion Brasil masih bentuk tanah merah," tutur dia.
(mcy/fem)










































