Muncul Usulan Velodrome dan Venue Equestrian Dipindah ke Bandung

Muncul Usulan Velodrome dan Venue Equestrian Dipindah ke Bandung

Mercy Raya - Sport
Selasa, 12 Jan 2016 17:01 WIB
Muncul Usulan Velodrome dan Venue Equestrian Dipindah ke Bandung
Jakarta - Muncul usulan untuk memindahkan velodrome dan venue equestrian dari yang direncanakan di Jakarta ke Bandung.

Belum adanya kemajuan pembangunan fisik velodrome di Kemayoran dan renovasi venue equestrian di Pulo Mas oleh Pemprov DKI Jakarta, memunculkan usulan untuk memindahkannya ke daerah lain. Kandidatnya adalah Bandung.

Usulan itu dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Puan Maharani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya ikut rapat kemarin di Kementerian PMK. Memang apa yang disampaikan Ibu Puan (Maharani) adalah pola berpikir yang taktis. Sehingga kemungkinan terburuk harus sudah disiapkan, jadi kalau (Jakarta) tidak siap dilimpahkan ke daerah lain," kata Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, Selasa (12/1/2016).

"Bahasanya Ibu Puan memang kalau Jakarta tidak siap lempar saja ke Jawa Barat. Tapi poinnya dari hasil rapat Kementerian PMK hingga rapat terbatas kemarin, kami belum menyebut bahwa pemerintah pusat akan ambil alih," lanjutnya.

Ditambahkan Kepala Komunikasi Publik Kemenpora ini, dalam satu dua hari ke depan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan KOI dan Satuan Tugas (Satgas) PU untuk membahas terkait persoalan tersebut. Sehingga seandainya memang harus di take over ke pemerintah pusat, pihaknya sudah siap.

"Karena kasian nanti Kementerian PU-nya. Mereka ini kan pergerakannya cepat sekali. Jadi seandainya benar DKI lempar handuk putih kami INASGOC bersama Satgas sudah bisa mengantisipasi. Misalnya, ada perintah dari Presiden bahwa velodrome menjadi tanggung jawab pusat. Ini antisipasi saja supaya tidak kaget," ungkapnya.

Di lain sisi, Gatot menyadari indikasi DKI Jakarta lempar handuk putih itu sebenarnya bukan hanya tampak dari pemberitaan dari media saja. Tetapi saat regional forum OCA di Fairmont, Senayan, akhir November lalu, yang mana perwakilan Jakarta tidak hadir, melainkan hanya maketnya saja.

"Padahal yang dibutuhkan OCA itu adalah Jakarta ikut hadir. Jadi hal seperti itu jangan sampai terulang lagi. Jangan sampai menyinggung perasaan mereka, karena OCA butuh berdialog."

"Semoga Bapak Ahok (Basuki Tjahaja Purnama) yang kita kenal bukan yang cepat patah semangat sehingga ada kepastian mana yang benar. Ini kan masih simpang siur," pungkasnya.

(mcy/din)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads