Sejak dua minggu lalu Bekraf telah ditunjuk sebagai mitra resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengurusi perihal logo dan maskot, serta perancangan merchandise, suvenir, billboard, spanduk, dan sejenisnya.
Badan ini digandeng setelah pemunculan pertama maskot Drawa mengundang kritik sebagian besar kalangan masyarakat. Karena "gregetan", sejumlah komunitas langsung berinisiatif menggelar sayembara perancangan ulang maskot tersebut. [Baca juga: Ayo, Rancang Sendiri Drawa-mu]
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tim panelis kami masih terus bekerja. Ini semua ada prosesnya jadi tidak bisa yang terburu-buru daripada hasilnya jelek," kata Triawan.
Kendati begitu ia menjamin Drawa desain baru dipastikan lebih hidup dengan menyesuaikan motto "The Energy of Asia", sehingga kekiniannya tak hanya di rasakan Indonesia saja tapi seluruh Asia.
"Makanya sayembara ini sebenarnya bukan sekadar revisi tapi benar-benar baru. Mungkin saja bendanya bukan burung cendrawasih tapi bisa dalam bentuk lain. Tidak ada yang tahu. Yang penting perusahaan yang ikut sayembara bisa menunjukkan brand identity system yang kami inginkan agar bisa dilihat dunia. Minimal dengan desain baru, akan banyak pemuda-pemuda Indonesia yang bangga atau jadi berkeinginan untuk menjadi relawan Asian Games 2018 nanti," ungkapnya.
Nota kesepakatan atau Memorandum of Understanding (Mou) antara Kemenpora dan Bekraf pun belum rampung. Menurut juru bicara Kemenpora, Gatot S. Dewa Broto, MoU tersebut tidak akan dikerjakan dengan gegabah karena statusnya sangat penting untuk menghindari kesalahan-kesalahan.
Sebelumnya, urusan logo dan maskot diurus oleh INASGOC, tapi kemudian Kemenpora tidak sampai tahu siapa dan berapa anggara pembuatan Drawa.
"Tempo hari kan sudah ada maskot (Drawa), ada maskot berarti ada kegiatan. Saya tidak tahu berapa anggaran yang sudah dikucurkan untuk menjadi maskot kemarin. Yang jelas, jangan sampai kerja sama kami dengan Bekraf menjadi kegiatan yang sama," ujar Gatot, Jumat (15/1/2016),
"Sore ini kami akan bertemu BPKP dalam konteks jangan sampai ada dua kegiatan yang sama.Β βApakah nanti perancangan maskot ini kita sebut revisi atau rebranding, akan diputuskan pada rapat nanti, Β supaya kalau ada apa-apa ke depannya jangan sampai jadi masalah."
Mengenai anggaran, Gatot menyebut tidak lebih dari Rp 1 miliar, dan akan diambil dari pos kementeriannya.
"Bahkan tidak setengahnya, juga tidak sampai seperempatnya," tukas dia.
Setelah maskot itu jadi dan ditetapkan oleh Kemenpora, sosialiasinya akan dibarengkan dengan setiap program sosialiasi Asian Games 2018 yang menjadi ranah Komite Olimpiade Indonesia (KOI).
"βHarapan kami MoU minggu depan sudah jadi. Pekerjaannya kami kebut kok," ucap Gatot.
(mcy/a2s)











































