[Baca Juga: Panitia TAFISA World Sport For All Games 2016 Masih Kesulitan Cari Sponsor ]
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Umum Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), Hayono Isman, dalam pertemuannya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, di Kantor Kemenpora, Kamis (12/1). Dalam pertemuan itu turut hadir pula artis Arie Untung yang diserahi tugas untuk menyiapkan logo serta maskot TAFISA.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah, Pak Menteri setuju pembukaan di Ancol. Rencananya akan ada pemecahan senam poco poco yang mewakili di depan Pak Presiden. Sisa waktu delapan bulan saya kira masih merupakan waktu longgar untuk persiapan pelaksanaan pagelaran olahraga rekreasi ini," ujar Hayono.
"Pada saat pulang kita ingin para tamu dari berbagai negara bisa terkesima dan ingin kembali lagi ke Indonesia. Kita semua ingin menjadi tuan rumah TAFISA terbaik yang membawa pesan terbaik bagi para pesertanya," sambungnya.
Β
Sementara itu, Arie Untung menyebut pihak panitia pada 14 Februari mendatang direncanakan akan meluncurkan logo dan maskot untuk TAFISA World Games 2016.
"Prinsipnya sederhana tetapi impact luar biasa. Beberapa event launching nantinya akan ada pawai perlombaan, senam poco poco, parade sepeda ontel dari daerah car free day hingga bundaran HI, rencananya Pak Presiden akan naik sepeda ontel hingga ke area launching, diikuti atlet extreme games dan olahraga tradisional seperti balap karung, enggrang, sepeda tinggi, pencak silat, gobak sodor dan lainnya," papar Arie.
"Nantinya bendera setiap negara peserta dan logo akan diterbangkan dengan bentuk layang-layang. Pada saat launching Presiden atau Menpora akan memukul gong bersamaan dengan itu akan ada banner super besar di gedung gedung tinggi berupa logo TAFISA World Games ini, agar masyarakat menjadi tahu tentang TAFISA."
Setelah mendengar paparan Hayono bersama tim panitia TAFISA, Imam bersyukur event tersebut tidak terpengaruh dengan teror bom di Thamrin. Politisi PKB tersebut juga berharap agar event tersebut bisa disosialisasikan kepada masyarakat, baik lewat publikasi maupun media sosial.
"Ini harus menjadi semangat kita bersama, jangan sampai ini ditunda dan segera laksanakan, karena ini bukan hal sepele dan menyangkut kepercayaan, kenyamanan, sekaligus agar para tamu mancanegara ingin kembali datang ke Indonesia. Semua destinasi wisata harus kita siapkan dengan baik agar menjadi juru bicara kita di negara masing-masing," tutur Imam.
"TAFISA harus menjadi tonggak awal yang baik. Segera laksanakan semua yang telah direncanakan, kita mulai hari ini dan saya akan segera laporkan ke Presiden tentang persiapan ini," tuntasnya.
(mrp/rin)











































